Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL NASIONAL

Bos Kartu Prakerja Paparkan Manajemen Program: Dari Ide ke Implementasi, Itu Semesta yang Berbeda!

“Kami berusaha ‘’user friendly’, melihat segmen yang dibidik, lalu berkomunikasi dalam gaya bahasa mereka. Jangan membuat jarak dengan stakeholder yang dilayani. Karena program itu sesungguhnya diciptakan untuk mereka. Humility dan empati ini ada pada tim Prakerja termasuk tim Pak Menko Perekonomian, yang ditugasi Presiden untuk mengkoordinir Program,” terang Denni.

Untuk mengelola program senilai Rp41,2 triliun, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja adalah organisasi yang sangat ramping. Total stafnya hanya 105 orang mulai dari Direktur Eksekutif hingga pramubakti, yang mayoritasnya anak muda di bawah usia 35 tahun yang sebelumnya bekerja di startup, perbankan, konsultan komunikasi, firma hukum, dan lain-lain.

“Kalau kita mau lari secepat Porsche, ya mesinnya harus kompatibel. Tidak boleh pelit dan jangan kelebihan beban yang tak perlu” katanya.

Denni menjabarkan, jika pemerintah ingin melakukan sesuatu dengan gaya berbeda dan menimbulkan hasil signifikan, harus berani merekrut orang-orang dari industri yang sesuai, dalam konteks ini dari dunia startup.

“Di sinilah pentingnya merekrut orang-orang yang ‘agile’, kuat dan share the same vision. Meskipun gajinya tidak sebesar di industri, tapi juga tidak rendah banget, mereka tetap loyal karena purpose yang jelas,” tegasnya.

Selaku pucuk pimpinan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Purbasari tak jemu menekankan pentingnya sering-sering mengingatkan ‘purpose’ organisasi ini kepada tim kerjanya.

“Bahwa bekerja di Program Kartu Prakerja tujuannya mulia, untuk membuat saudara-saudara kita di berbagai pelosok Indonesia yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, yang sebelumnya tidak bisa, menjadi bisa,” paparnya.

Ekonom yang pernah menjadi asisten Staf Khusus Wakil Presiden Boediono ini menggarisbawahi, ada empat nilai utama dari tim Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja.

Pertama, ‘Above and beyond’. Bahwa bekerja itu bukan ala kadarnya.

Kedua, ‘Passionately curious’. Jangan berasumsi, terus belajar.

Ketiga, ‘Together, we create impact’. Jangan kerja sendiri-sendiri. Kesuksesan hanya bisa diraih lewat teamwork.

Keempat, ‘Integrity above all’. Bahwa yang diucapkan, itulah yang harus dilakukan. Mengelola uang negara begitu banyak harus punya integritas tinggi.

“Bekerja di program pemerintah dengan tantangan besar seperti ini, tidak cukup hanya dibutuhkan kepintaran atau kecakapan kognitif, namun juga kecakapan emosional. Karena high performing team dengan diversity tinggi di satu sisi dan di sisi lain lingkungan eksternal berubah dan challenging menyebabkan constant chaos dan tarik-ulur. Turnover tinggi. Jadi, mengimplementasikan Program di lapangan itu tidak mudah,” pungkasnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita