Kasus Perdagangan Perempuan dan Anak Diungkap Polda Jatim, Maminya Ditahan

- Editor

Kamis, 25 November 2021 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Unit III Renakta Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap kasus perdagangan perempuan dan anak bawah umur dengan meringkus pelaku berinisial NS alias Mami Ambar asal Lumajang.

“Pengungkapan ini dilakukan setelah adanya laporan dari salah satu korban ke kepolisian,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Gatot Repli Handoko saat merilis kasus tersebut di Surabaya, Kamis (25/11/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kombes Gatot mengungkapkan kejadian ini terungkap pada 16 November 2021 pukul 00.30 WIB di Wisma Penantian, Dusun Suko, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.

Pelaku mengaku sudah melakukan aksinya selama dua tahun di wisma tersebut. Tindakan itu dilakukan dengan modus menawarkan pekerjaan di Bali dengan menjanjikan bayaran Rp5 juta hingga Rp15 Juta melalui media sosial Facebook.

Baca Juga :  Tes Parameter Jadi Acuan Kesiapan Atlet Jelang Porkab dan BK Porpov

Saat ini ada 29 orang yang tergiur untuk bergabung. Rinciannya terdiri atas 23 orang perempuan dewasa dan enam perempuan di bawah umur.

“Bayarannya untuk dia melakukan tindakan asusila hanya Rp200 ribu. Total ada 29 perempuan yang ditampung rata-rata berasal dari Bandung, Lampung, Jakarta dan beberapa daerah lainnya,” tuturnya.

Dalam aksinya, menurut kesaksian pelapor tidak ada ancaman yang diberikan tersangka. Hanya saja, mereka dijanjikan diberi pekerjaan sebagai ladies companion (LC) di Bali.

Baca Juga :  Gandeng Nusamed, Bank Jatim Perkuat Layanan Perbankan di Rumah Sakit

“Beroperasi selama dua tahun, belum ada satu pun yang dikirim ke Bali. Malah mereka dipekerjakan sebagai tuna susila,” katanya.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan beberapa barang bukti terdiri dari uang senilai Rp5.670.000, satu buku tamu, satu boks alat kontrasepsi, 10 alat kontrasepsi bekas, empat buah pelumas seks, enam lembar kartu keluarga legalisir milik anak di bawah umur dan satu unit mobil.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan ancaman pidana Pasal 2 juncto Pasal 17 dan/atau Pasal 12 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dengan denda Rp600 juta. Ady

Berita Terkait

Masuki Tahap Kedua Penyaluran Belanja Hibah Pelaku Usaha Mikro, Dinkop UMTK Gelar Sosialisasi
Gandeng Nusamed, Bank Jatim Perkuat Layanan Perbankan di Rumah Sakit
Menimbang Esensi Toleransi dalam Larangan Salam Lintas Agama
Peternak di Ponorogo Ini Tak Menyangka Dua Sapinya Dibeli Presiden Indonesia untuk Qurban
Gebrakan Dewan Kesenian Ponorogo, Bentuk Ekosistem Budaya Berbasis Research
Ajak Keliling Ratusan Anak Yatim, Mbak Cicha: Supaya Mereka Termotivasi Kejar Cita-Cita
Tes Parameter Jadi Acuan Kesiapan Atlet Jelang Porkab dan BK Porpov
Gugatan PT Best Chrusher Sentralindojaya Ditolak PN Surabaya

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:55 WIB

Masuki Tahap Kedua Penyaluran Belanja Hibah Pelaku Usaha Mikro, Dinkop UMTK Gelar Sosialisasi

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:48 WIB

Gandeng Nusamed, Bank Jatim Perkuat Layanan Perbankan di Rumah Sakit

Minggu, 16 Juni 2024 - 05:26 WIB

Menimbang Esensi Toleransi dalam Larangan Salam Lintas Agama

Sabtu, 15 Juni 2024 - 22:01 WIB

Gebrakan Dewan Kesenian Ponorogo, Bentuk Ekosistem Budaya Berbasis Research

Sabtu, 15 Juni 2024 - 21:00 WIB

Ajak Keliling Ratusan Anak Yatim, Mbak Cicha: Supaya Mereka Termotivasi Kejar Cita-Cita

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:34 WIB

Tes Parameter Jadi Acuan Kesiapan Atlet Jelang Porkab dan BK Porpov

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:20 WIB

Gugatan PT Best Chrusher Sentralindojaya Ditolak PN Surabaya

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:45 WIB

Ikhtiar Ciptakan SDM Unggul, Bappenas RI Tingkatkan Peran Pendidikan Keagamaan Islam

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Menimbang Esensi Toleransi dalam Larangan Salam Lintas Agama

Minggu, 16 Jun 2024 - 05:26 WIB

KANAL HEALTH

Peneliti UNAIR Raih Penghargaan Kekayaan Intelektual oleh WIPO

Sabtu, 15 Jun 2024 - 23:01 WIB