“Beberapa toko, perusahaan, pelaku bisnis, UMKM sedikit demi sedikit sudah mulai meninggalkan pemasaran secara offline atau konvesional dan mulai beralih ke pemasaran modern menggunakan digital. Terlebih lagi di saat Era Pandemi Covid-19 di mana masyarakat dilarang untuk keluar rumah, mereka lebih memilih berbelanja online bahkan untuk hal sekecil apapun. Apalagi nih pembeli diberi kenyamanan dan kemudahan dalam pemesanan online contohnya calon pembeli bebas mengakses informasi tanpa batas akan produk yang diinginkan, pembeli juga dapat membandingkan satu produk dengan produk lainnya dan memilih berbagai penawaran untuk memperoleh produk dengan harga terbaik. Maka Inilah kesempatan untuk para penjual, UMKM maupun perusahaan untuk tap in atau masuk ke dalam online marketing. Tapi hal ini berdampak juga pada para penjual untuk berpikir ke arah pemasaran dengan strategi low budget high impact. Untuk itu Social media banyak dipakai untuk menarik pelanggan karena biayanya lebih murah dengan dampak yang sangat tinggi. Selain social Media marketplace pada saat ini menjadi aplikasi andalan dikarenakan marketplace jauh lebih dapat dipercaya daripada social media. Contohnya banyak orang yang tertipu lewat media sosial tapi beda dengan marketplace yang bisa menjamin garansi uang kembali, garansi barang ori, garansi cacat, pembayaran dengan cara COD (cash on delivery), serta pemberian review sebuah produk juga menambah kepercayaan orang sehingga marketplace banyak digemari oleh para pembeli yang tentu saja hal ini membawa keuntungan bagi para UMKM atau penjual (Seller).” Ungkap Shofie Fachrunnisa.
Dalam kegiatan tersebut Shofie juga memberikan tips and trick untuk strategi Online marketing yakni dengan cara membuat :
– Content Marketing : Strategi dengan cara membuat konten. Contohnya memberikan konten seputar informasi yang berhubungan dengan produk. Bisa berupa sejarah produk atau bahan yang terkandung dalam produk, Manfaat dan cara penggunaan produk, fakta unik, memberikan informasi tips and trick untuk menyimpan serta merawat produk yang dikemas melalui narasi artikel, atau gambar, infografis dan komik, juga bisa melalui video tutorial maupun ulasan. Kemudian, informasi tersebut diunggah melalui akun resmi sosial media perusahaan/ toko tersebut.
– Visual marketing : sebenarnya visual marketing juga bagian dari content marketing hanya saja lebih focus pada media visual seperti gambar ilustrasi maupun grafis digital, foto, maupun video yang bisa memberikan cerita dari beragam sudut pandang dan mampu mewakili keseluruhan detail informasi yang ingin disampaikan oleh pembuatnya sehingga dapat terlihat lebih hidup dan berwarna meskipun hanya dari gambar saja. Hal ini dilakukan karena melihat minat baca orang Indonesia terhadap konten berbentuk teks sangatlah minim hingga khirnya media visual bisa lebih efektif terutama media audiovisual. Visual tadi bisa disebarkan melalui Media social maupun marketplace
– Affiliate marketing : Merujuk pada strategi yang dilakukan oleh dua pihak bisnis demi mendapatkan keuntungan bersama (Kolaborasi). Cara ini biasanya dilakukan oleh sesama pengusaha yang berkolaborasi misalnya Para penjual makanan dan Aplikasi Gojek yang bergerak di bidang jasa. Dalam hal ini keduanya memiliki target pasar dan audiens yang sama sehingga Affiliate Marketing dimaksudkan agar kedua bidang bisnis tersebut saling berhubungan dan membentuk kerjasama yang menguntungkan.
