Apabila terus dibiarkan, dikatakan Kastini, orang yang menyimpan rasa sakit hati berlama-lama mencengkram di dirinya justru rentan mengalami gangguan kesehatan fisik dan emosi yang tergolong kronis.
“Kondisi ini juga akan menganggu kesehatan jantung, ini sangat related dengan hormone kortisol. Nanti berpengaruh ke sistem peredaran darah, sakit telinga,” katanya.
Berdasarkan penelitian dari Worthington (2007), orang yang banyak memaafkan secara siginikan akan meningkat kehidupannya, karena dengan pemaafan terbukti;
1. Pemaafan membantu melepaskan diri dari rasa marah.
2. Pemaafan mengurangi depresi
3. Pemaafan meningkatkan harapan
4. Pemaafan menurunkan level kemarahan
5. Pemaafan meningkatkan hubungan spiritual
6. Pemaaafan meningkatkan kepercayaan diri
7. Pemaafan membuat orang yang menyakiti kita melihat lebih jelas sikap tidak adil yang pernah mereka lakukan, sehingga mereka dapat berupaya berhenti atau tidak mengulanginya lagi.
“Jadi pemaafan sangat berhubungan langsung dengan pencapaian tujuan positif. Sebaliknya tidak memaafkan menimbulkan efek negatif pada kesehatan mental (afektif dan kognitif) serta menghambat pertumbuhan psikologis dan sosial. Ketika belum memaafkan, aktifitas otak seperti orang yang sedang marah, agresif, stress. Demikian juga dengan neurotransmitter dan sistem hormonal. Tekanan darah dan peregangan otot lebih tinggi. Akibat memendam amarah, prosentase peningkatan angka kematian mencapai 35 persen, kemungkinan menderita kanker mencapai 70 persen dan sakit jantung hingga 40 persen,” pungkas Kastini.
Gerakan #akuberdaya merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh desainer Nina Nugroho dengan target melejitkan keberdayaan 1 juta perempuan dalam setahun ke depan.
Sejumlah program telah dilakukan, salah satunya menggelar berbagai edukasi melalui pemanfaatkan zoom online sharing session yang dijadwalkan setiap hari Minggu, jam 10.00- 11.30 WIB. @Rudi
