“Lembaga lembaga legislatif bisa mengunci pada kebijakan. Kita sudah diuntungkan ada perda toleransi, tapi bagaimana ini harus diarusutamakan di sekolah. Pada instrumen yang memungkinkan perda ini benar-benar diwujudkan secara nyata menjadi tata kehidupan yang toleran,” tandas Akhol.
Terpisah, Ketua Pusham Surabaya, Johan Avie mengatakan, kegiatan seminar tersebut disupport oleh UNDP dan UNTFHS melalui program GUYUP.
Menurutnya, seminar ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Pusham Surabaya. Sebelum digelar seminar tersebut, pihaknya juga telah meminta masukan dari media massa melalui media briefing di Hotel Fave Hotel pada Selasa (8/3) lalu.
“Syukur Alhamdulillah, kegiatan seminar ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jatim, Polda jatim, l Bakesbangpol Jatim dan rekan-rekan media,” ujarnya. Ady
