oleh Ferry Is Mirza Wartawan Utama Sekertaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
LAILATUL QADAR adalah malam kemuliaan, malam terbaik di antara malam-malam yang Allah Ta’ala ciptakan. Salah satu keistimewaannya bahwa ibadah yang dilaksanakan pada malam itu dilipatgandakan pahalanya dan lebih baik dari orang beribadah selama 1.000 bulan.
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”
(QS. Al-Qadar 3-5)
Tidak disebutkan dengan jelas dan tepat waktu terjadinya Lailatul Qadar ini, tetapi Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam memberikan panduan kepada umatnya untuk bisa berburu malam kemuliaan ini, yaitu malam ganjil pada 10 malam terakhir Ramadan.
“Barangsiapa melaksanakan salat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
(HR. Bukhari No.1901)
Anjuran menghidupkan ibadah pada 10 hari terakhir berdasarkan hadis
“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)
Sebagaimana adanya pada malam ganjil pada hadis berikut:
“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.”
(HR. Bukhari)
Berikut ini amalan yang dilakukan Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam untuk memburu malam kemuliaan itu.
Pertama, bekal ilmu berkaitan dengan Lailatul Qadar, cara menggapainya, amalan yang dilakukan dan tanda-tandanya.
Kedua, kebersihan jiwa dari dosa dan maksiat. Pada tahapan ini perlu memperbanyak istighfar (mohon ampunan Allah) dan bertobat baik dari dosa kecil maupun besar. Sebagaimana malam kemuliaan untuk para hamba yang dimuliakan Allah dengan ketaataannya.
Ketiga, meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Rasulullah beriktikaf di masjid pada 10 hari itu. Iktikaf dengan berdiam diri dalam masjid mendekat diri kepada Allah dengan beribadah.
Keempat, menghidupkan malam-malam dengan beribadah baik ibadah fardlu (wajib) atau nafilah (sunah). Seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, bertobat dan amalan baik lainnya.
Kelima, memperbanyak doa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah jika berburu Lailatul Qadar yaitu doa:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).
Semoga dalam ibadah Ramadhan ini kita dipertemukan Allah dengan malam kemuliaan ini, Lailatul Qadar. Aamiin……
