PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Sepulang dari sawah, Heri Suryono seorang petani warga Dukuh Jurugan, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Ponorogo menemukan anaknya Muhammad Exel Raifan Adam (15) dalam kondisi tak bernyawa karena tersengat aliran listrik di kamarnya, Senin(16/05/2022) kemarin.
Temuan pelajar yang meninggal dunia karena kesetrum aliran listrik tersebut dibenarkan Kapolsek Pulung, Iptu Hariyadi.
Ditemukanya korban sekira jam 11.30 WIB pertama kali saat orang tua korban baru pulang dari sawah.
Setelah masuk ke dalam rumah melihat anaknya dalam kamar dengan posisi tengkurap. Setelah dipanggil tidak menjawab dan korban sempat dipegang orang tuanya masih ada aliran listrik dan orang tuanya juga sempat tersengat listrik pada saat memegang anaknya.
Mengetahui hal tersebut kemudian listrik dicabut dan berusaha untuk memberikan pertolongan namun korban sudah meninggal dunia.
Atas kejadian tersebut orang tua korban Heri Suryono segera minta tolong kepada tetangganya yang kemudian melaporkan ke perangkat desa setempat yang kemudian laporan diteruskan ke Polsek Pulung.
Mendapati laporan adanya warga yang meninggal karena tersengat aliran listrik tersebut, Kapolsek Pulung segera mendatangi lokasi dan berkordinasi dengan tim inavis Polres Ponorogo.
Tim inavis Polres Ponorogo bersama Unit Reskrim Polsek Pulung dan petugas kesehatan dari Puskesmas Pulung yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
“Setelah kami lakukan identifikasi, meninggalnya Muhammad Exel Raifan Adam (15 thn) akibat tersengat aliran listrik,” kata Aipda Galih salah team Inavis.
Dari hasil pemeriksaan oleh inavis Polres Ponorogo dan Puskesmas Pulung, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau luka pada mayat korban.
“Terdapat luka bakar akibat sengatan listrik pada pundak bagian kiri, telapak tangan kanan, pada bagian ibu jari. Hasil pemeriksaan dari team medis penyebab kematian karena tersengat aliran listrik,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban sudah menerima dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah.
Petugas kemudian menyerahkan jenazah korban untuk segera dilakukan prosesi pemakaman.(KI-01)
