Tidak hanya emak-emak berpenghasilan minim yang meliburkan berdagang sehari demi antre menjemput BLT Migor. Suryati (45), warga Kelurahan Prigi, Kecamatan Sawangan yang keseharianya berdagang soto Betawi di rumahnya pun rela tutup sehari. Ini juga diakui Nani (39), pedagang nasi uduk, warga Kelurahan Pasir Putih, Sawangan.
“Kalau lagi ramai yang bisa untung Rp100 ribu. Tapi, BLT Migor ini kan Rp300 ribu. Lumayan buat tambahan belanja,” kata Suryati.
Emak-emak yang tidak ingin menutup dagagangannya, rupanya juga punya trik sendiri, Wiwik (39) warga Pengasinan, Kecamatan Sawangan menutup dagangan sembakonya hanya saat ditinggal antre. Begitu pulang, dia mengaku tetap membuka dagangannya lagi.
“Tutup saat saya tinggal ke sini bersama anak saya,” katanya.
Warga penerima BLT Migor ini juga tidak sedikit yang pada awal April 2022 saat Ramadan lalu menerima Bantuan Tunai PKL, Warung dan Nelayan sebesar Rp600 ribu. Koramil 05/ Sawangan, Kodim 0508/ Depok selama tiga hari juga bertempat di Lapangan Parkir Surau Qutubul Amin ini membagikan kepada 3802 warga.
“Saya berharap Pak Jokowi lewat Bapak-bapak TNI ngucurkan terus bantuan seperti ini. Sangat membantu karena selain minyak goreng, harga-harga kebutuhan pokok juga banyak yang naik,” kata Suryati, usai foto di booth bergambar foto Presiden Joko Widodo di area penyaluran.
Selain warga emak-emak dan bapak-bapak pedagang kecil atau PKL maupun UMKM, penerima BLT Migor ini juga dari keluarga kurang mampu. Daun (37), ibu dua orang anak warga yang mengontrak di wilayah Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan mengaku mendapatkan BLT Migor itu lewat koordinasi RT setempat dan Babinsa.
“Saya diberi formulir Pak RT. Alhamdulillah, bisa buat bantu-bantu kebutuhan keluarga,” kata Daun, ibu dua orang anak yang suaminya bekerja berpenghasilan pas-pasan.
Ditambah Sehari
Penyaluran BLT Migor ini sedianya berlangsung hingga Sabtu, akhirnya ditambah sehari pada Senin (23/05/2022) mendatang. Pasalnya, selama beroperasi empat hari, ternyata penyaluran belum memenuhi target kepada total 3.750 warga.
“Ada sekitar 500-an warga yang tersisa yang harus dilayani. Jadi, kita lakukan lagi Senin lusa,” pungkas Danramil soal agenda penyaluran ditambah sehari. (KI-01)
