Punya potensi, UHW Perbanas Dampingi UMK Elok Mekarsari
SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Dikenal sebagai kota metropolitan, potensi budidaya pertanian Surabaya ternyata masih menjanjikan. Namun standardisasi dan diversifikasi produk masih jadi hambatan.
Salah satu lokasi budidaya pertanian yang potensial ada di lingkungan Semolowaru Elok Surabaya.
Setidaknya ada tiga macam produk yang dikembangkan, yaitu ikan lele, jangkrik, dan jamur.
Semua itu dikelola oleh Kelompok Tani Elok Mekarsari yang didominasi para ibu rumah tangga lingkungan setempat. Mereka juga memproduksi makanan berupa jajanan dari hasil budidaya yang dijalani.
Namun, hal yang sangat disayangkan semua itu dilakukan masih bersifat sporadis, belum ada standardisasi, hingga pengelolaan bisnis masih terkesan asal-asalan. Hal ini jadi perhatian oleh sekelompok dosen Universitas Hayam Wuruk Perbanas untuk memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Kelompok Tani Elok Mekarsari.
Ketua Tim Dosen Pengabdian Masyarakat UHW Perbanas Surabaya, Supriyati mengatakan saat melakukan peninjauan lokasi, mereka ternyata merasakan dampak yang cukup terasa saat pandemi covid 19. Para Ibu UKM Mekarsari mulai serius menjalankan bisnis produk olahan budidaya namun tetap belum optimal karena masih terfokus pada budidaya tanpa adanya diversifikasi produk.
“Saat produksi makanan, mereka tidak memiliki takaran pasti, kemasan produk seadanya, hingga rasa yang beruba-ubah padahal dengan jenis produk yang sama,” papar Supriyati.
Berdasarkan fenomena itu, pihaknya memfasilitasi pelaku UKM Elok Mekarsari untuk mengikuti Pelatihan dan Pemagangan Pengelolaan Bisnis, Diversifikasi Produk dan Akuntansi pada Kamis, (26/5/2022). Tujuannya, para ibu bisa menghasilkan produk terstandar, berkualitas dalam pengolahan produk.
“Di sini kami menggandeng pelaku UKM yang lebih maju dalam pengelolaan produk kue kering Sumpia Diajeng. Mereka menerima pelatihan dan pemagangan serta praktik langsung. Materinya lebih ditekankan pada cost produksi, pengolahan hingga penetapan harga produk dan kemasan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua UKM Elok Mekarsari Ibu Ary Widiastutik mengaku banyak ilmu yang didapatkan selama pelatihan dan pemagangan bersama UHW Perbanas. Dirinya harus memperhitungkan dan merinci apapun kebutuhan produksi agar tidak rugi saat dijual.
Pihaknya pun berharap pelatihan selanjutnya terus berjalan hingga kelompok UKM Mekarsari menemukan tata kelola bisnis yang baik hingga mencapai profit.
”Saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya karena Elok Mekarsari sudah dipilih untuk tempat pengabdian. Dari pelatihan ini, alhamdulilah ibu-ibu tahu bahwa buat suatu produk harus ada itung-itungannya. Dan, kemasannya harus menarik agar mendongkrak harga penjualannya,” kesannya usai menerima pelatihan. (Sit)






















