“Inovasinya semakin banyak channel yang digunakan dan semakin banyak mitra digital, memperkuat website kita. Maka semua channel-channel digital akan kita perkuat dan jaringan mitranya akan semakin diperkuat termasuk semua perbankan, juga crowdfunding dan LAZ yang sudah punya program digital itu juga bagian dari jaringan kita. Kami sekarang memperkuat di kementerian dan lembaga, sebagai amil negara/pemerintah, maka kami akan konsolidasikan kementerian dan lembaga negara akan dikoordinasikan agar bisa berkurban ke BAZNAS,” ucap Saidah.
Faktor kesehatan ternak turut menjadi perhatian BAZNAS, terlebih di tengah merebaknya penyakit mulut dan kuku pada ternak. Untuk mengantisipasi hal itu, BAZNAS telah melakukan berbagai mitigasi upaya pencegahan di seluruh Balai Ternak binaan. Lima langkah itu yakni, membatasi orang yang masuk ke kandang Balai Ternak, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di kandang maupun berbagai perlengkapan kerja, memberikan pakan dan obat vitamin demi meningkatkan imunitas ternak.
“Kemudian BAZNAS juga intensif melakukan mitigasi dan koordinasi dengan dinas setempat untuk mencegah timbulnya wabah, dan terus melakukan edukasi pencegahan PMK kepada peternak mustahik, sehingga peternak dapat melakukan pencegahan dini. Berbagai upaya itu ditujukan demi memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.
Berkat langkah antisipasi yang dilakukan, Ternak Kurban BAZNAS dinyatakan bebas penyakit PMK, dengan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Surat Bebas PMK dari dinas terkait.
Maka, Saidah mengimbau masyarakat tak perlu ragu untuk berkurban melalui BAZNAS. “Ternak kurban BAZNAS dibeli dengan harga terbaik sehingga memberikan nilai pendapatan lebih untuk peternak mustahik,” pungkasnya. @Rudi
