Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL NASIONAL

Jadi Keynote speaker Kickoff Meeting G20 Parliamentary, Puan Maharani Ingatkan Krisis Dunia Gegara Dampak Covid 19

“Parlemen dapat menjadi penghubung untuk menyampaikan agenda G20 kepada konstituennya. Sesuai fungsinya, parlemen memberi landasan hukum di dalam negeri, mengalokasi anggaran, dan melakukan pengawasan berbagai komitmen G20,” jelas Puan.
DPR berharap P20 akan menghasilkan sebuah kesepakatan bersama yang dapat mendorong adanya aksi nyata (concrete action) dalam menyelesaikan berbagai masalah global yang ada. Kesepakatan P20, dinilai Puan, akan menjadi wujud komitmen negara-negara G20 untuk membangun dunia yang sehat dan aman.

“Kita berusaha membangun suatu dunia, di mana setiap orang dapat hidup dalam suasana damai. Kita berusaha membangun suatu dunia, di mana terdapat keadilan dan kemakmuran untuk semua orang,” katanya.
Puan pun kembali mengingatkan negara-negara dunia untuk mengedepankan budaya damai (culture of peace), toleransi, solidaritas dan semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan-persoalan global.

“Kita hidup dan berpijak di bumi yang sama serta memiliki tujuan yang sama, yaitu dunia yang hidup tenteram, sejahtera dalam persaudaraan dunia. Mari kita wujudkan satu bumi untuk semua, One earth for all,” ujar Puan.
Puan menyatakan, DPR akan terus aktif menjalankan diplomasi parlemen yang menjadi upaya gotong royong mengatasi krisis global. Seperti yang dilakukan pada Maret lalu saat DPR menjadi tuan rumah Inter-Parliamentary Union ke-144.

“Majelis Inter Parliamantary Union (IPU) ke-144 telah mengadopsi Deklarasi Nusa Dua yang memperkuat peran parlemen dalam adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim,” terang Ketua Majelis Sidang IPU ke-144 tersebut.

Sementara itu Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon yang ditemui sebelum Kick-off Meeting P20 dimulai mengatakan parlemen merupakan pilar penting bagi organisasi seperti G20. Menurutnya pertemuan G20 membahas green economy, recovery pandemic, demokrasi dinamis, gender and equality.
Tugas BKSAP sendiri sebagai badan kerja sama antar parlemen, merupakan vocal point bagi diplomasi parlemen sesuai Undang-undang MD3.

“Kita yang menyelenggarakan berbagai kegiatan ini focal pointnya. Jadi semua yang terkait dengan diplomasi parlemen, baik itu multi lateral, regional, bilateral, itu di BKSAP,” terangnya. nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita