Lalu, tidak ada program peminatan di SMA. Peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Bagi guru mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Sedangkan bagi sekolah, memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.
Lalu, lebih relevan dan interaktif pembelajaran melalui kegiatan projek. Memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu isu aktual. Misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya. Ini untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila, terang Santi Ambarukmi.
Selain seminar, juga disuguhkan penampilan seni tari. Diperagakan sendiri oeh para guru. Kemudian memainkan alat musik Angklung oleh seluruh peserta seminar. (Arif_Kanalindonesia.com))
