Dalam Rapat Kerja (Raker) tersebut dr Iqbal Mochtar, SpOk, MPH, PhD, pengurus IDI dari Departemen Dokter Luar Negeri mengatakan bahwa Raker ini menjadi akulturasi sinergis lintas generasi. Irisan generasi menyatu dan lebur dalam kebersamaan. Semuanya kolaboratif dan inklusif. Hal ini menandakan bahwa IDI mempertegas eksistensinya sebagai wadah pemersatu dokter di Indonesia. Akulturasi generasi pengurus IDI Reborn kali ini tidak menyisakan sedikitpun gap. Generasi awal dan generasi muda IDI duduk bersama dan mendiskusikan dan memformulasi program mereka untuk periode 3 (tiga) tahun kedepan.
Raker ini juga menggarisbawahi sejumlah tantangan yang akan dihadapi oleh dunia kedokteran diantaranya peningkatan profesi dan kesejahteraan dokter, pemerataan distribusi dokter, simetritas peran dengan stakeholder, internasionaliasi dan universalisme, penegakan etika profesi dan sebagainya. Selain itu, teknologi dunia kedokteran masa depan juga perlu diperhatikan seperti pengembangan artificial inteligence, precision medicine, potensi biological weapon dan lain sebagainya, namun seraya tetap menggali dan mempertahankan nilai-nilai luhur kedokteran yang telah dibangun para pendahulu IDI.
Sekjen PB IDI, dr Ulul Albab, SpOG mengatakan bahwa semua tantangan dunia kedokteran ini bukan hanya dihadapi oleh IDI namun juga seluruh dokter Indonesia. Bagi IDI sendiri, semua tantangan ini akan menggelayut bukan hanya pada periode selama 3 tahun kedepan, tetapi juga hingga dekade mendatang. “Meski demikian, kami yakin, dengan modal utama kesolidan, maka IDI akan mampu mewujudkan hal tersebut,” tegas dr Ulul.
