Dalam prosesnya nanti, Billy ingin calon advokat muda yang magang di tempatnya mempunyai feedback edukasi di luar sekolah. Artinya, pihaknya tak hanya ilmu saja, tapi juga pengalaman untuk langsung praktik di lapangan.
“Jadi, bisa terjun ke dunia lapangan asli, karena di kampus dan di lapangan berbeda. Saat magang di kita, juga dalam pengawasan Pemkot dan Ubaya,” ujarnya.
Billy menyebut, tak ada kuota atau batasan tertentu yang diperuntukkan di tempatnya. Mengingat, tujuannya utamanya adalah untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
Kendati demikian, pihaknya tetap memilah dan memilih opsi mahasiswa yang diperoleh dari Ubaya. Mereka yang lolos seleksi dan sesuai kriterianya, bakal dipilih untuk magang hukum di kantornya yang berada di kawasan Kusuma Bangsa Surabaya.
“Sesuai kontrak, 7 tahun, sepertinya ini bisa jadi beberapa tahun lagi bisa terima, karena menunggu selesai magang, tapi di tengah-tengah proses belum selesai, mereka juga boleh praktik ke kita, dan nanti kita akan ajak langsung praktik di pengadilan, kejaksaan, dan lain sebagainya,” tuturnya.
Oleh karena itu, ia ingin para mahasiswa yang magang di tempatnya bisa terbentuk. Terutama, mengarahkan dan memfokuskan bidikan sesuai keahlian masing-masing.
“Awalnya (ilmu hukum) global, kita bentuk nalurinya. Misalnya, waktu magang dia belajar dan tahu tentang pidana, lalu kita arahkan sesuai kebisaan mereka itu,” tutupnya. Ady
