Pantauan di lokasi pada, Sabtu (23/7/2022) ini terdapat sekitar belasan pengunjung yang sedang berkunjung di Museum lantai pertama ini. Para pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan santri hingga masyarakat umum berbagai daerah.
Salah satu pengunjung Saiful Nasikhin (20) mengaku, jauh-jauh dari Lamongan hanya untuk berziarah ke Makam Pahlawan KH Abdurrahman Wahid sembari mengunjungi Museum KH Hasyim Asy’ari ini. Dikatakannya, baru pertama kali bisa mengunjungi Museum setelah ditutup lantaran pandemi.
“Niat pertamanya tetap ziarah makam, kedua memang dari dulu pengen ke Museum KH Hasyim Asy’ari ini. Menurut saya sendiri tentang Museum ini yakni bagus dan bisa dijadikan tempat untuk menambah wawasan tentang sejarah peradaban Islam di Indonesia,” cetusnya saat ditemui di sela-sela memantau salah satu koleksi di Museum ini.
Melihat keberadaan sejumlah benda koleksi di Museum ini, diakui Saiful cukup informatif. Mengapa tidak dijelaskannya, bisa memahami betul peradaban Islam hanya dengan melihat dan membaca sekilas penjelasannya.
“Sangat informatif mas, tadi melihat di ruangan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari juga. Dan di sini juga banyak benda koleksi yang sudah ada tulisan penjelasannya. Kalau yang paling menarik saya ketahui yaitu keberadaan prasasti – prasasti ini,” imbuhnya memungkasi.
Sekedar diketahui bahwa, bangunan 4 lantai Museum KH Hasyim Asy’ari ini dibangun sejak 2014 – 2017 silam. Anggaran dipakai dari Kemendikbud Ristek dengan jumlah senilai Rp 65 Miliar. Peresmiannya diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada 2018 lalu.
Terdapat 4 lantai dalam bangunan luar dan menjular tinggi ini. Mengetahui fungsinya yakni di lantai pertama hingga ke tiga, difungsikan sebagai tempat berbagai benda koleksi peradaban Islam di Indonesia. Sementara di lantai empat dijadikan sebagai kantor.(Faiz)
