Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BUDAYA DAN WISATA

Mengenal Sejarah dan Berdirinya Ponorogo

Bukti Peninggalan Benda-benda Purbakala

Kebudayaan seseorang itu bersumber dari masyarakatnya, dalam arti konsentrasi tertinggi adalah basis alam dari kehidupan kebudayaan itu sendiri. Masyarakat Wengker menganut kepercayaan Hindu yang jelas berakulturasi dengan tradisi-tradisi yang berlaku saat itu.

Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peninggalan benda-benda purbakala antara lain:

  • Sebuah area Syiwa ;
  • Tiga buah area Durga ;
  • Lima buah area Ghanesa ;
  • Dua area Nandi;
  • Sebuah area Trimurti;
  • Dua area Mahakala sebagai Dwarapala ;
  • Sebuah Lingga;
  • Sebuah Yoni;
  • Sepasang Lingga Yoni;
  • Sembilan buah miniatur lumbung padi;
  • Area Gajah-Gajah Siwarata, kendaraan Bathara Indra berasal dari Timur;
  • Wisnoe berasal dari timur;
  • Ganesa-penunggu rumah dengan angka tahun 1355 saka = 1433 M ;
  • Umpak – terdapat di Pulung, dengan angka tahun 1336 saka = 1414 Masehi.. 31.
  • Sejumlah patung/ arca logam yang ditemukan di desa Kunti, Kecamatan Bungkal.

Disamping itu ditemukan pula peninggalan benda-benda purbakala di sekitar makam Bathoro Katong. Dari kompleks makam Ini diperoleh petunjuk angka tahun kapan kiranya Bathoro Katong mendirikan kadipaten Ponorogo. Di depan gapura pertama yang berdaun pintu atau gapura ke – 5, di sebelah utara dan selatan terdapat sepasang batu menyerupai tempat duduk yang menurut tradisi disebut Batu Gilang.

Pada batu tersebut tertulis candra sengkala memet dari belakang ke depan berupa: manusia; pohon; burung (garuda) dan gajah. Dimana manusia = angka 1; pohon = angka 4;
burung (garuda ) = angka 1; gajah = angka 8.

Berdasarkan kajian itu, tim sembilan menyimpulkan candra sengkala memet pada Batu Gilang tersebut menunjukkan angka tahun 1418 Saka.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita