“Setelah lulus SMA, saya dulu juga sempat diterima kuliah di Fakultas Hukum UI, tapi rasanya tetap ada keinginan kuat menjadi tentara. Akhirnya mendaftar lagi masuk ke akademi militer dan kemudian menekuni karir militer. Opung saya yang menjadi salah satu alasan menjadi tentara” ujar Mayor Inf Abraham Pandjaitan. Sebagai seorang perwira militer, Abraham Pandjaitan aktif mempelajari karakter-karakter para pemimpin militer dari para senior maupun dari para tokoh-tokoh militer dunia, baik soal strategi maupun kepemimpinan. Dari karakter kepemimpinan sang kakek, Mayjend DI Pandjaitan, Abraham Pandjaitan, meneladani pentingnya keteguhan sikap di dalam perjuangan dan menjalankan tugas meskipun di tengah tekanan situasi yang sangat sulit,” imbuh Abraham Pandjaitan.
Dikenal sebagai bagian dari korps baret merah pasukan elit Kopassus, Batalyon 22 Grup-2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, merupakan batalyon bagian dari Grup 2 Kopassus TNI AD, berkedudukan di Solo. Batalyon 22 Kandang Menjangan merupakan satuan elit militer TNI AD yang telah berperan di berbagai pertempuran dan penugasan di tanah air maupun di luar negeri.
“Sebagai satuan pasukan khusus, kami merupakan batalyon yang membawahi detasemen-detasemen yang bidang tugasnya menyelesaikan tugas-tugas strategis yang diamanatkan negara sebagai pasukan pertama maupun yang terakhir di medan pertempuran.
Masing-masing anggota telah menyelesaikan pendidikan khususnya sesuai spesialisasi dalam militer,” kata Mayor Inf Abraham Pandjaitan.
Pekan Juang 45 selain ditujukan oleh para personel sendiri, dalam mengisi bulan kemerdekaan Republik Indonesia, Batalyon 22 di Kesatrian Kandang Menjangan Solo, juga melakukan sejumlah kegiatan bakti sosial dan lomba-lomba di desa-desa binaan sekitar kompleks Batalyon, seperti lomba memancing.@wn
