Diketahui, penanganan stunting yang dilakukan Pemprov Jatim cukup lambat. Di tahun 2018 angka kasus stunting prevalensinya 32,81 persen. Di tahun 2022, setelah 4 tahun, masih tergolong tinggi yaitu 23,5 persen. Perlu kerja ekstra keras lagi jika Pemprov menargetkan turun menjadi 13,5 persen di tahun 2024, yang waktunya tinggal satu setengah tahun lagi. Nang
Kumpul Bocah, Ketua Gerindra Jatim Bagikan Makanan Tambahan ke Balita Pasuruan Cegah Stunting
Bagikan
Baca berita lainnya:
