“Melalui program ini kami berharap kualitas edamame yang dihasilkan oleh petani mitra kami kualitasnya sesuai dengan yang kami harapkan, dan hasil dari panendemplotterlihat menuju ke arah sana (sesuai kualitas diharapkan, Red). Ini akan menjadi rancangan budidaya untuk petani-petani baru yang menjadi mitra kami karena sangat menguntungkan dan mensejahterakan,” ujar Arif.
Sementara itu, Agro Solution dihadirkan sebagai solusi permasalahan petani di lapangan, diantaranya produktivitas rendah, kurangnya pendampingan, harga agro-input (pupuk, pestisida dan benih) tidak terjangkau, sulitnya akses ke lembaga keuangan, terbatasnya jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), harga jual hasil panen yang cenderung turun saat panen raya (tidak ada jaminan harga), serta belum terfasilitasinya petani dari risiko gagal panen dan infrastruktur yang terbatas.
Agro Solution berupaya menciptakan ekosistem pertanian secara komprehensif, baik on farm maupun off farm, mulai dari penyediaan dana atau modal usaha yang bersinergi dengan lembaga perbankan, kemudian jaminan asuransi, ketersediaan pupuk, kawalan pengendalian hama, hingga offtaker.
Untuk Jawa Timur bagian Timur, yaitu Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Lumajang, project Agro Solution telah menyasar dilahan seluas 7.599,31 Ha dengan melibatkan 3.484 petani. Sedangkan komoditas yang digarap diantaranya padi, tebu dan hortikultura.
Dalam program ini, Petrokimia Gresik memiliki tanggung jawab pendampingan budidaya dengan menyediakan layanan Mobil Uji Tanah untuk melihat kondisi tanah, sehingga komposisi pemupukannya akurat dengan hasil optimal. Kemudian menyediakan pupuk berkualitas, kawalan pengendalian hama.
“Petani bisa fokus pada budidaya, karena Agro Solution menyediakan solusi petani mulai dari awal budidaya hingga pascapanen,” tutup Digna.
