Lanjut Murjayanti mengisahkan, bapak angkatnya itu sudah mengalami penyakit gangguan jiwa sejak 4 tahunan yang lalu. Hal itu dialami, setelah jatuh dan divonis dokter sarafnya terdampak ketika dibawa ke rumah sakit.
“Habis jatuh itu langsung dibawa ke RSUD Jombang, terus kata dokternya, syarafnya kena. Sehingga ya begitulah, akhirnya mengalami gangguan jiwa. Waktu itu bapak diopname selama 5 hari,” jelasnya saat ditemui di kediamannya.
Disinggung perekonomian keluarga, dirasa merupakan keluarga yang dibawah rata-rata. Sehingga untuk biaya pengobatannya, dirasa kurang mampu.
“Jadi selama ini yang ngeramut cuma saya dan suami saya, sedangkan saya kerjanya cuma sekedar jualan nasi goreng. Jadi kami ini orang tidak punya, tapi tetap usaha. Kalau harapannya ada bantuan untuk pengobatan dan perawatannya,” tandasnya.
