Ponorogo menjadi salah satu kabupaten yang ikut meramaikan peringatan Hari Santri Nasional. Peringatan yang ada menyongsong HSN salah satunya dengan serentak menggunakan sarung. Mempopulerkan adanya sarung sebagai benda yang identik dengan santri menjadi salah satu alasannya. Lewat hal ini di harapkan agar sarung dapat menjadi pakaian yang melekat pada kehidupan masyarakat, tidak hanya menjadi pakaian keagamaan tapi juga bisa dipakai saat melakukan aktivitas lain. Bahkan sampai jajaran pemerintah juga diwajibkan bersarung menyongsong Hari Santri Nasional. Sarung juga memiliki identitas yang turut mempromosikan nilai keislaman yang juga tetap menghargai tradisi yang ada. Penggunaan sarung untuk menyambut hari santri ini juga menjadi simbol spirit kebersamaan dan sebagai sarana mencontoh perjuangan ulama dan juga santri.
Sejatinya esensi Hari Santri Nasional merupakan penghargaan terhadap peran santri masa lalu, sekarang, dan juga mendatang yang menjadi tonggak perjuangan bangsa dan negara, dan juga sebagai sebuah langkah untuk menjadikan generasi negeri yang unggul. Wawasan serta kombinasi ilmu dunia dan ilmu akhirat yang dimiliki santri juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan di berbagai lini. Jadi peringatan Hari Santri Nasional merupakan sebuah penghargaan bagi santri yang mampu tetap eksis di dunia ini di balik banyaknya gempuran modernisasi yang bisa membuat generasi muda lalai. Perayaan ini jangan hanya dilakukan sebagai ajang bersenang-senang atau seremonial saja namun juga menjadi motivasi santri untuk tetap bertahan menjaga keutuhan bangsa dan negara, dan pastinya mampu menunjukkan prestasi yang dimiliki seorang santri.
