Di indonesia sendiri, terdapat beberapa kasus cancel culture yang membuat geram masyarakat, contohnya kasus pelecehan seksual oleh penyanyi Saipul Jamil yang bebas dari Lapas Cipinang pada 2 November 2021. Setelah keluar lapas, Saipul Jamil nampak bahagia melambaikan tangan ke arah kamera dan menggunakan seuntai kalung kembang di leher. Kemudian ia juga masih wira-wiri di beberapa siaran televisi nasional hingga youtube.
Hal tersebut membuat geram masyarakat lantaran media dinilai hanya mencari untung serta tidak menghormati korban, dimana mungkin korban masih mengalami trauma berat sedangkan pelaku sudah bisa bahagia bebas di berbagai media. Selain cancel culture teradap publik figur, masyarakat juga mengkritik media yang berani menampilkan pelaku di publik, dilakukannya hal ini adalah harapan untuk masyarakat agar tidak menormalisasikan skandal buruk di publik serta memberi efek jera kepada pelaku.
Berawal dari KDRT, Ramai “Cancel Culture”, Bagaimana di Indonesia?
Bagikan
Baca berita lainnya:
