Sementara, Ketua Gekrafs Kota Tidore Kepulauan Nurul Asnawiah memaparkan, pertembuhan ekonomi di Maluku Utara termasuk yang tertinggi yaitu 27 persen, tapi ekonomi ekstra aktif yang mendominasi.
Harapannya, paska Sail Tidore nanti, ekonomi kreatif di Kota Tidore Kepulauan melalui Expo UMKM seperti ini, bisa menambah sumbangsi angka pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara.
“Jadi bukan hanya ekonomi ektra aktif saja, tapi juga harus ada ekonomi kreatif,” pungkas Asnawiah
Nurul Asnawiah membenarkan, bahwa terkait pengembangan ekosistem kreatif, Menparekraf Sandiaga Uno telah menyerahkan sepenuhnya kepada Gekrafs di Maluku Utara.
Terutama Gekrafs yang ada di kabupaten/kota Provinsi Maluku Utara, khususnya di Kota Tidore Kepulauan paska Sail Tidore.
Asnawiah menjelaskan, ekonomi kreatif memiliki 17 sub sektor, yang menjadi fokus DPC Gekrafs Kota Tidore Kepulauan, ada 6 dianatanya: fesyen, kuliner, kriya, musik, games dan film.
Untuk pemanfaatan lokasi strategis yang telah tersedia, kita bersama Pemda dan stakeholders.
Kerja sama memanfaatkan lokasi untuk menggelar event-event, dan kreatifitas lainnya, dengan tujuan agar infrastruktur yang tersedia tetap terjada.
Selain itu, memanfaatkan lokasi tersebut agar masyarakat tertarik untuk berkunjung.
Dengan adanya kunjungan, maka UMKM juga bisa merasakan manfaatnya. (Iswan_KanalIndonesia.com)
