“Kedua ligament itu memiliki peran penting dalam stabilitas gerakan dan eksistensi pada anggota gerak tubuh bagian bawah. Apabila dari hasil pemeriksaan didapatkan adanya tear atau robekan, perawatan yang akan diberikan adalah tindakan operasi serta rehabilitasi medis untuk menggembalikan fungsi ligamen secara perlahan,” tegasnya.
Apabila cedera pada lutut seperti patah tulang, pemeriksaan penunjang akan cukup pada foto x-ray. Apabila dari hasil foto x-ray yang memberikan gambaran tulang lutut tidak ditemukan gambaran patah tulang namun masih dikeluhkan rasa nyeri yang hebat, pemeriksaan MRI masih menjadi golden standart dalam menegakkan diagnosa. Meskipun memiliki kekurangan dari segi biaya dan waktu pemeriksaan yang cukup panjang, pemeriksaan MRI pada lutut masih menjadi unggulan pada pelayanan gambaran jaringan lunak seperti ligamen.
“Dalam perkembangannya, hasil citra MRI juga memberikan informasi gambaran celah sendi dalam evaluasi cartilage atau tulang rawan yang banyak terdapat pada bantalan tulang. MRI menjadi salah satu modalitas canggih yang dapat terus berkembang dalam menghasilkan gambar dalam bidang radiologi diagnostik sehingga dapat membantu penegakan diagnosa yang tepat dan akurat,” tutup Amizatul. (ari)
