Lebih lanjut, Ferry Silviana Abu Bakar ini juga mengungkapkan upaya promosi tenun ikat ini salah satunya melalui Dhoho Street Fashion dengan mendatangkan desainer ternama yang telah banyak berkiprah di gelaran nasional dan internasional. Tentuntya ini akan memberikan dampak yang sangat positif melalui tangan terampil mereka sehingga Tenun Ikat Kediri makin dikenal oleh khalayak luas. “Mungkin kalau tidak bekerja sama dengan sepak terjang beliau semua, masih banyak yang tidak tahu bahwa kota kecil di Jawa Timur ini punya tenun ikat. Mungkin Indonesia hanya tahu kalau tenun ikat itu hanya ada di Nusa Tenggara Timur. Kota Kediri punya tenun ikat yang jauh sebelum merdeka sudah ada dan bukti sejarahnya terdapat di Museum Tropen yang ada di Belanda,” imbuhnya.
Hadir pula menyaksikan gelaran DSF 7 ini, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Elestianto Dardak, Kepala Bakorwil I Madiun Heru Wahono Santoso, Forkopimda Kota Kediri, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Choirur Rofiq, Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Model Indonesia Deny Djoewardi, Istri Kepala OPD Pemkot Kediri dan unsur organisasi wanita, desainer nasional dan desainer lokal Kota Kediri, serta para Perajin Tenun Ikat Kota Kediri.(adv)
