GRESIK, KANALINDONESIA.COM : Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gresik, Abu Hasan, hadiri pelantikan 5 perangkat desa, di Desa Sukoanyar Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, Jatim.
Adapun 5 unsur perangkat yang ditetapkan adalah, Sekretaris Desa (Sekdes), yang di jabat oleh, Sri Mujannah, Kepala Seksi Pelayanan, dijabat oleh Ayu Nur Anisa Rahmawati, Kasun Kedungjati dijabat oleh Zainu Febrianto, Kasun Sukoanyar dijabat oleh Eko Susilo.
Momen diawali pembacaan sumpah jabatan yang di pimpin oleh Kepala Desa Sukoanyar, Rupi’an.
Rupi’an menyampaikan,”selamat kepada perangkat desa yang telah dilantik, dan berpesan agar dapat mengemban amanah ini dengan baik,”kata dia. Selasa (27/12/2022).
Dalam sambutannya, Abu Hasan menyampaikan, perangkat desa adalah unsur pendukung tugas Kepala Desa dalam pelaksanaan kebijakan yang diwadahi dalam bentuk pelaksana teknis. Termasuk faham dengan program prioritas yang di canangkan oleh pemerintah.
“Maju mundurnya desa ini ada di tangan perangkat,”katanya.
Perangkat desa harus berperan aktif dalam melaksanakan tugasnya, demi terwujudnya pelayanan yang baik dimasyarakat. Termasuk menyuarakan program prioritas pemerintah lewat perangkat desa.
Sesuai arahan Bupati Gresik, Gresik punya tiga program prioritas usai pandemi covid mendera, yang pertama adalah pemulihan ekonomi.
Program prioritas yang kedua adalah, program nasional yang menjadi kewenangan Desa yakni menurunkan angka stunting.
Dan program prioritas yang ketiga adalah, Mitigasi bencana, Abu Hasan mengatakan,”melalui program mitigasi bencana, bila terjadi bencana alam di desa, pak Kades tidak perlu lagi menunggu bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos).
“Anda bisa dapat mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) itu untuk bencana alam, misalkan terjadi banjir, dapat digunakan untuk mendirikan dapur umum, menyalurkan sembako, membuat jalur evakuasi, pokoknya jangan digunakan mbangun tanggul atau waduk, misalnya terjadi angin puting beliung, Dana Desa itu dapat di gunakan untuk membelikan atap rumah penduduk yang rusak,”paparnya.
Abu Hasan juga berpesan kepada perangkat desa yang baru, agar masuk kantor pukul 7.30 dan pulang pukul 16.00. hari Sabtu tetap masuk.
Di penghujung sambutannya, Kadis PMD itu mengatakan,”dan yang kalah pentingnya, tiap desa wajib mendaftarkan sebanyak 100 orang keluarga rentan untuk didaftarkan dalam BPJS yang anggarannya akan di topang APBD,”pungkas Hasan. (Irwan_kanalindonesia.com).
