Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Opini

Akselerasi Ekonomi Pasca Resesi

Dari sisi tantangan ekonomi, ada dua hal yang harus mendalami. Pertama dari pelaku ekonomi UMKM dan kedua dari sisi kebijakan pemerintah. Dari sisi pelaku ekonomi UMKM, terdapat dua hal yang perlu diatasi dengan baik.

Pertama, kondisi daya beli masyarakat yang rendah dalam resesi seperti contohnya yakni kondisi ekonomi yang terpuruk pada tahun 1998. Daya beli adalah yang menjadi kekuatan konsumsi masyarakat. Sekaligus menjadi penopang signifikan PDB Indonesia. Tidak mudah dan tidak sederhana dalam mengembalikan daya beli tersebut dalam kondisi normal.

Kedua, penguatan modal dalam mengelola usaha UMKM. Kenaikan suku bunga yang tinggi sebagai akibat kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Dari sisi pelaku UMKM akan meningkatkan beban untuk pengajuan kredit dan juga dari sisi produksi akan meningkatkan cost of fund dari harga pokok penjualan (HPP) produksi oleh UMKM. Tantangan sisi kedua adalah Pemerintah. Setidaknya terdapat 2 alasan penting yang perlu dimitigasi dengan baik agar ekonomi bisa berjalan baik pada 2023.

Satu, pemerintah harus lebih bijaksana dalam menyikapi kondisi ruang fiskal yang terbatas untuk bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi contohnya seperti pemberian modal produktif bagi UMKM sektor rill karena yang paling penting dari sektor lainnya selanjutnya kebijakan restrukturisasi hutang oleh perbankan dan lembaga keuangan non perbankan pasca pandemi karena tidak mungkin bisa memaksakan kondisi pengusaha-pengusaha yang terdampak pandemi.

Kedua, Pemerintah sudah tak bisa menggunakan instrumen UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Sistem Stabilitas Keuangan Menghadapi Pandemi. Potensi inflasi yang naik jika dibandingkan kondisi 2022 akan memacu tingkat pengangguran yang akan semakin naik karena banyak sektor usaha yang bangkrut gulung tikar akibat menanggung cost of fund yang tinggi dari produksinya yang tidak seimbang dengan penghasilannya.

Kebijakan pemerintah dalam kekuatan UMKM menjadi penyangga utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia. UMKM adalah sektor usaha yang memiliki resiliensi atau daya bangkit yang cepat. Jika pemerintah perhatian lebih detail dapat memberikan daya dongkrak maksimal di sektor UMKM, pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga, juga bisa terakselerasi lebih cepat.

Terdapat empat potensi dalam mendorong akselerasi ekonomi menyambut 2023. Pertama, jumlah pengguna digital penduduk di Indonesia. Menurut laporan We Are Social, terdapat 204,7 juta. Jumlah ini merupakan demand market bagi kondisi perekonomian Indonesia. Optimisme akselerasi ekonomi dapat dibangun terutama dalam bisnis ekonomi digital, potensi ekonomi digital di tanah air tak diragukan lagi. Nilainya bisa mencapai US$ 150 Milliar pada 2022.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita