“Kami dengan sukacita barangkali berkenan untuk bersama-sama kita menguatkan SDM ASN melalui BPSDM Provinsi Jawa Timur,” sambungnya.
Di bidang pendidikan, Gubernur Khofifah juga menuturkan bahwa di Jawa Timur tepatnya di Surabaya telah berdiri asrama mahasiswa nusantara (AMN) yang diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa se-Indonesia yang mendapatkan beasiswa LPDP.
AMN ini berdiri diatas lahan milik Pemprov Jatim dan dibangun oleh kementerian PUPR. Beasiswa keuangannya dari Kementerian Keuangan dan untuk kesehariannya dalam koordinasi dengan Universitas Veteran. Namun secara khusus, Gubernur Khofifah mengatakan jika AMN diprioritaskan bagi mahasiswa asal Papua.
“Siswa-siswi Papua Barat Daya yang sekarang kelas 12 SMA SMK boleh apply LPDP dan jikalau diterima di perguruan tinggi negeri di Surabaya maka bisa menempati Asrama Mahasiswa Nusantara di Surabaya,” sebutnya.
Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Prov. Papua Barat Daya, Edison Siagian menyampaikan sebagai provinsi bungsu di Indonesia yang usianya belum genap 2 bulan, Pemprov Papua Barat Daya menyambut kegiatan misi dagang ini dengan sangat positif. Ia memastikan bahwa, kerjasama ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi.
“Kami sebagai provinsi baru tentunya sangat merespon positif. Karena ini awal yang baik bagi kami yang baru berusia 1 bulan sudah diajak untuk bekerja sama. Kami sudah tak sabar untuk bisa belajar ke Jawa Timur yang memiliki lebih banyak pengalaman dibanding kami,” urai Edison Siagian.
Ia menuturkan, Misi Dagang ini dapat mengoptimalkan dan memberdayakan potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Ia berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara kontinyu.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya oleh Gubernur Jawa Timur dan PJ. Sekda Prov. Papua Barat Daya.
Kemudian, Gubernur Khofifah bersama PJ Sekda Prov. Papua Barat Daya menyaksikan penandatangan komitmen transaksi perdagangan antara pelaku usaha Jawa Timur dengan pelaku usaha Papua Barat Daya.
Dilanjutkan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT. Jatim Grha Utama dengan CV. Ar’ko Papua Jaya, PT. Jatim Grha Utama dengan PT. Nurul Bahri Cendrawasih, PT. Adi Graha Wira Jatim dengan PT Langit Biru Papua Tour & Travel.
Lalu PT. Adi Graha Wira Jatim dengan PT Malamoi Olom Wobok, PT. Loka Refractories Wira Jatim dengan PT Tuju Kuda Hitam Sakti, KADIN Jawa Timur dengan KADIN Papua Barat, IWAPI Jawa Timur dengan IWAPI Papua Barat, kemudian FORKAS Jawa Timur dengan REI Papua Barat. (ari)
