Ia yakin, orang-orang yang ikut hadir dan mendoakan almarhum Pak Harto adalah orang-orang yang luar biasa. Sebab yang di hauli itu sudah wafat tapi tetap mau hadir.
“Kalau beliau masih hidup tentu banyak orang yang jual muka,” kelakar kyai humoris ini.
Kedua, dadi wong urip ojo ngumunan sebab itu kemampuan manusia itu sangat terbatas karena yang Maha Kuasa atas segala-galanya adalah Allah SWT. Termasuk, siapa nanti yang akan menjadi presiden Indonesia di Pilpres 2024, sejatinya adalah orang yang sudah ditakdirkan Allah menjadi pemimpin bangsa Indonesia kedepan.
“Sak pinter-pinteri menungso iku gak iso mengalahkan takdir sehingga ojo ngumunan. Sekarang ini banyak orang stress berjamaah karena ndisiki kerso memastikan orang yang akan menjadi presiden mendatang adalah si A atau si B.,” jelas Hambali.
Terakhir atau ketiga, dadi wong urip ojo dumeh atau sombong. Makanya Kiai Hambali berharap para pemimpin di Partai Golkar supaya menjauhi sikap sombong dan senantiasa mengedepankan akhlak sehingga Partai Golkar disukai masyarakat.
“Syetan itu diusir dari surga karena berbuat satu kesalahan yaitu sombong kepada Nabi Adam. Makanya orang yang dihormati itu bukan karena kepandaian tapi karena berakhlak mulia. Bahkan Golkar bisa besar itu karena pemimpinnya berakhlak,” tutup Kyai Hambali. (ari)
