Tak hanya itu, di kesempatan ini Gubernur Jatim itu juga meresmikan lokasi lain yang tidak kalah pentingnya. Yaktu Pasar Agrowisata dan Kuliner Tradisional Desa Wisata Sumberasri, serta Pasar Wisata & Rest Area Desa Wisata Sumberasri. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti secara langsung oleh Gubernur Khofifah.
Harapannya, spot-spot baru ini akan turut mendongkrak perekonomian setempat dan menggaungkan nama Desa Sumberasri sebagai Desa Wisata Jatim.
Sejalan dengan Gubernur Khofifah, Bupati Blitar Rini Syarifah optimis bahwa hasil bumi Blitar dapat bersaing di pasar internasional dengan kualitas tinggi. Apalagi, berkontribusi pada ketahanan pangan dunia.
“Kita punya potensi agrowisata baru, Wisata Kampung Manggis dan Wisata Kopi. Kami ingin mengangkat Kab. Blitar menjadi pertanian modern dan kualitas serta bernilai ekspor ke luar negeri untuk mendongkrak perekonomian. Semoga inovasi kami ini dapat berkontribusi pada ketahanan pangan dunia,” ujarnya.
Kepala Desa Sumberasri, Seniadi pun menganggap festival ini dan dorongan Gubernur Khofifah untuk terus bersama meningkatkan kualitas holtikultura di daerahnya.
“Ini penyemangat untuk meningatkan kualitas dan kuantitas bersama. Kami optimis untuk menargetkan desa sumberasri bernilai ekspor atau destinasi wisata yang patut dikunjungi dan dilestarikan,” pungkasnya.
Meski hari Minggu ini adalah hari terakhir, beberapa pengunjung yang antusias bahkan membawa rombongan besar ke festival ini.
Ibu Susanto (64) salah satunya. Ia datang ke Festival Durian Sumbersari bersama rombongan Senam Tera Indonesia (STI) Karangsari berjumlah 15 orang.
“Begitu tahu ada festival, kami langsung ke sini ramai-ramai. Ada durian, manggis, nanas, kopi. Semuanya enak dan harganya terjangkau. Ini tadi masing-masing beli satu paket durian isi 3 buah. Isinya dikeluarkan dan dipacking pakai mika. Jadi praktis,” tandasnya.
Diketahui, produksi durian Jawa Timur pada Tahun 2022 sebesar 419.848,87 ton, dimana angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 52,5 % dibandingkan Tahun 2021. Nilai produksi tersebut berkontribusi di tingkat nasional sebesar 22 – 25 % dan menduduki peringkat pertama dan diikuti Sumatra Barat, Jawa Tengah dan Sumatra Utara serta Jawa Barat.
Di antara 38 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, ada 5 kabupaten yang menjadi sentra produksi Durian tertinggi, secara berurutan berada di kabupaten Pasuruan sebesar 113.407,75 Ton, Kabupaten Probolinggo 63.914,48 Ton dan Kabupaten Malang sebesar 57.490,98 Ton, Kabupaten Jember sebesar 35.301,11 Ton serta Kabupaten Jombang sebesar 33.744,62,62 Ton sedangkan Kabupaten Blitar berada pada peringkat ke 7 di Jawa Timur dengan produksi sebesar 14.356,20 Ton.
Potensi Durian di Kabupaten Blitar pada Tahun 2022 dengan jumlah tanaman yang menghasilkan sebanyak 115.205 pohon dan produksi sebesar 14.356,20 Ton. Sedangkan daerah Sentra durian Kabupaten Blitar berada di Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok, Desa Gogolatar Kecamatan Talun, Desa Krisik Kecamatan Gandusari.
Komoditas hortikultura lainnya, yang menjadi primadona eksport andalan Indonesia adalah buah manggis, mengingat sejak Tahun 1970 sampai sekarang permintaan akan buah ini meningkat terus.
Produksi Manggis Jawa Timur pada Tahun 2022 sebesar 81.469,61 Ton dimana angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 157 % dibandingkan Tahun 2021. Nilai produksi tersebut ber kontribusi di tingkat nasional sebesar 10 % persen dan menduduki peringkat kedua di Indonesia di mana yang pertama Provinsi Sumatra Barat diikuti ke dua Jawa Timur, ke 3 Jawa Barat dan ke 4 Sumatra Utara serta NTB.
