Semua itu kata Iman, dilakukan ayahnya, agar jika memimpin perusahaan, Iman sudah tahu apa yang akan dilakukan pada saat hendak mengambil keputusan. Tahu cara terbaik ketika hendak memberi perintah kepada karyawan.
Seluruh hal tersebut pun, hingga kini masih dipraktikkan Iman. Tentu ada modifikasi sejumlah hal. Mengingat perkembangan zaman yang sedemikian pesat, mengharuskan sejumlah hal diupdate dan dilakukan dengan cara yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama.
Itulah sebabnya, menjadi prioritas bagi Iman kini untuk selalu memastikan seluruh pekerjanya benar-benar bisa bekerja dengan suasana yang nyaman. Sehingga menjadikan mereka tetap produktif. Bahkan kini, dua orang karyawannya, masih merupakan generasi pertama Ulet Jaya, yang bahu membahu bersama ayahandanya membangun usaha.
Buat Iman, jika mereka kini masih nyaman bekerja di Ulet Jaya, bukan semata karena mereka karyawan yang loyal belaka. Namun, karena kultur kerja yang nyaman. Dan mereka tahu, bahwa Ulet Jaya dipimpin oleh orang yang tepat, dan mampu menjadikan Ulet Jaya kian berkembang pesat.
Selain bekerja secara formal sebagai karyawan, Iman juga memberdayakan perempuan-perempuan ibu rumah tangga di Kota Bima. Iman kebetulan saat ini memiliki usaha kacang mete yang berorientasi ekspor. Kacang mete tersebut dibeli dari para petani di Kota Bima.
Sebelum dikirim untuk ekspor, kacang mete tersebut terlebih dahulu diolah dengan langkah pertama dijemur dan dikupas. Untuk proses pengupasannya tersebut, Iman memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di Kota Bima.
“Kami tentu senang jika dengan cara ini, cukup dari rumah masing-masing, ibu-ibu rumah tangga masih bisa produktif dan mendapatkan penghasilan sehingga memberi nilai tambah untuk ekonomi keluarganya,” kata Iman.
Dia mengucapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta, jika Ulet Jaya dan seluruh unit usahanya, masih bisa terus berkontribusi untuk turut menyejahterakan ekonomi bagi banyak keluarga.(dan_kanalindonesia.com)
