Di tahun 2021, CNN kembali membuat riset 50 makanan populer dunia. Rendang memang tak lagi nomor satu, tapi tetap masuk Top 11, rangking ke sebelas.
Tentu ketika kita ingin membangkitkan kultur Minangkabau, banyak lagi elemen kultur lainnya di Minangkau.
Pertama ada dunia kuliner. Rendang salah satunya saja.
Ada pula dunia seni pada umumnya. Tarian piring salah satunya. Ada arsitektur. Rumah gadang contohnya. Ada pula dunia sastra. Pantun Sumatra Barat contohnya.
Memberdayakan budaya Minangkabau, itu tak berarti kita menghidup-hidupkan budaya lama.
Tapi kita memperbaharuinya, memberi nafas baru, memberi spirit baru agar karya budaya itu sesuai dengan zaman baru.
Itu artinya kita mempopulerkan kembali warisan budaya lokal kita dengan teknologi tinggi dan mindset masa kini.
Contohnya adalah komik superhero yang lahir di tahun 1950an-1960an, seperti Batman, Superman dan Spiderman.
Film tentang tokoh hero itu kini masuk dalam list film paling laris di dunia, 60-70 tahun setelah komik itu dilahirkan.
Tokoh hero itu dalam film ditampilkan dengan menggunakan teknologi tinggi, sound effect yang paling muthakir.
Spiderman masa kini bahkan diceritakan mengundang spiderman dari alam semesta lain. Ternyata ada banyak spiderman, sesuai dengan ada banyak alam semesta.
Kita berada di alam multi universe, paralel universe. Ada lebih dari satu alam semesta. Ada banyak kehidupan lain di luar jagad semesta kita.
Kita tahu ini konsep paralel universe. Ini konsep fisika modern mutakhir. Ini mindset masa kini. Karya dari masa lalu bisa sangat populer jika diperbarui dengan teknologi tinggi dan mindset masa kini.
Setelah produk budayanya kita bangkitkan dengan spirit baru, bagaimana kita mempopulerkan budaya itu ke tingkat dunia?
Ini juga hukum besi sejarah. Tak ada produk budaya di era ini yang bisa populer sendiri secara alamiah. Tak ada produk budaya yang bisa populer sendiri secara apa adanya.
Semua perlu dimarketingkan: semua perlu dikemas dan dimobilisasi.
Kita bisa belajar dari strategi budaya Korea Selatan. Kini korea selatan sangat menonjol di tingkat dunia sekalipun.
Musik korea diwakili BTS, band anak- anak muda. Mereka bahkan dianggap the Beatles masa kini. Kemanapun mereka pentas, mereka melahirkan histeria massa.
Film Korea, Parasite, bahkan menjadi Film Terbaik Oscar di tahun 2020. Drama Korea di Netflix termasuk dalam jajaran yang paling disukai.
Apa yang terjadi? What is behind the scene?
Tiga hal ini yang utama. Dan ketiganya dapat dikerjakan juga di Indonesia.
Pertama, kultur Korea dikampanyekan secara internasional, dan dijadikan bagian dari diplomasi kultural resmi pemerintahan. Negara secara sengaja menjadikan diplomasi kultural sebagai bagian dari diplomasi kenegaraan.
Strategi pertumumbuhan ekonomi nasional secara sengaja juga disusun dengan memasukkan pemberdayaan budaya nasional di sana.
Kedua, perusahaan besar Korea juga ikut mengkampanyekan budaya Korea. Perusahaan besar seperti Hyundai dan Samsung juga diminta ikut memberdayakan kultur Korea.
Jika produk budayanya disukai dunia, musiknyq, drama, film, itu juga akan memberikan efek kepada industri Korea. Brand besar bisnis Korea juga diuntungkan.
Ketiga, komitmen pemerintah itu dikongkretkan pula dengan alokasi anggaran dari pemerintahnya.
Sejak tahun 1990an, 1 persen dari APBN nya dialokasikan untuk pemberdayaan kuktur Korea. Itu jumlah yang sangat besar.
