Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Gus Muhaimin Disambati Seniman Ludruk Jatim : “Sekarang tidak ada lagi pemimpin yang nanggap ludruk”

Forum Mandat Seniman untuk Indonesia “Budal Gus” menjadi ajang bagi para sejumlah seniman dari berbagai daerah di Jatim menyampaikan aspirasnya untuk diperjuangkan oleh Gus Muhaimin. Karyani, seniman asal Ngawi yang mewakili para dalang, tari karawitan dan sinden berharap seni budaya tetap eksis. ”Ini harus kita lestarikan dan kembangkan. Nah, untuk melestarikan seni dan budaya harus ada penanggapnya. Jadi harus senang dulu. Anak-anak muda sekarang kurang mengenal seni budaya sendiri. Jika anak-anak kecil dikenalkan budaya sendiri maka akan senang sehingga kesenian kita bisa lestari,” katanya.

Edi, seniman asal Mojokerto yang juga Pimpinan Ludruk Karya Budaya Mojokerto mengatakan, selama 6 kali pergantian pemerintahan, nasib para seniman ludruk tidak jelas. ”Dulu Presiden Soekarno dua kali nanggap ludruk di Istana. Sekarang tidak ada lagi. Tak ada yang peduli ludruk. Pernah dihadirkan di rumah Bu Mega sekali. Sekarang tidak ada lagi pemimpin yang nanggap ludruk. Kalau Gus Muhaimin jadi pemimpin kami minta untuk mendatangkan ludruk di rumahnya,” harapnya.

Kirun, seniman legendaris Jawa Timur mengatakan bahwa selama era pandemi Covid-19, nasib para seniman tradisional benar-benar memprihatinkan. ”Sejak pandemi saya minta beras ke Gus Muhaimin untuk dibagikan kepada para seniman tradisional. Satu-satunya capres sing gelem kasih sembako ke seniman ya Cak Imin. Tandak ludruk di Jatim ada jutaan, nggak ada yang ngopini,” katanya.

Kirun berharap jika kelak bisa menjadi pemimpin nasional, Gus Muhaimin benar-benar bisa memperhatikan dan mengangkat derajat para seniman tradisional dengan memberikan ruang yang luas untuk berkreasi. nang

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita