Ke depan, Arumi mengaku bahwa program SOTH dan Selantang di Kota Madiun terus berlanjut. Saat ini, sudah banyak yang ingin mendaftar. Untuk program SOTH siswa-siswi baru sebanyak 2 kelas dari kelurahan Sogaten dan kelurahan Klegen, Madiun sebanyak 60 orang. Sedangkan siswa siswi baru Selantang sebanyak 2 kelas dari kelurahan Josenan dan kelurahan Manguharjo, Madiun berjumlah 60 orang.
“Lalu untuk guru PAUD yang akan melaksanakan SOTH sebanyak 20 orang dan guru TK pembina SOTH sebanyak 30 orang. Semuanya akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Madiun,” tuturnya.
Arumi berharap, metode pembelajaran yang diterapkan bagi orang tua dan lansia tidak membosankan. Setidaknya dibuat kurikulum yang benar. Utamanya kurikulum untuk program Selantang harus dibuat menyenangkan sehingga materi atau ilmu yang mereka dapat mampu dicerna dan dipraktekkan dengan baik.
“Saya harap kurikulumnya benar tapi menyenangkan untuk orang tua maupun lansia,” pungkasnya. (ari)
