Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Pergerakan Tanah Retak Tumpuk Sawoo Mencapai 10 Centimeter per Jam

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Percepatan pergerakan rekahan bencana tanah retak di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo mencapai 10 centimeter per jam.

Penambahan rekahan tersebut mengagetkan BPBD dan Dinas Sosial P3 K Ponorogo.

Rekahan besar mulai terjadi pada Minggu ( 26/0/2023) pada Rabu (14/02/2023) baru muncul retakan kecil hanya berupa garis saja.

“Namun sekarang ini retakan dan amblasnya merata sehingga ada 139 jiwa dari 43 KK yang harus mengungsi. Kondisi rumah para warga ini semuannya tidak bisa dihuni kembali sehingga harus difikirkan nasib mereka kedepan, “ terang Supriyadi kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo saat mengunjungi para pengungsi di eks balai Desa Tumpuk.

Diinformasikan sebelumnya, nasib puluhan jiwa warga di Dusun Sumber, Lingkungan Nggrejeng RT 01/ RW 01, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo Minggu (26/02/2023) hingga sekarang masih harus bertahan di tempat pengungsian.

Bencana tanah retak yang terjadi mulai Sabtu (25/02/2023) telah mengahancurkan rumah mereka sehingga tidak bisa ditempati kembali. Pemerintah Desa Tumpuk sementara ini telah menyediakan tempat pengungsian dengan memanfaatkan bangunan balai desa lama. Ada 139 jiwa dari 43 KK yang terdampak bencana tanah retak mengamankan dirinya di lokasi pengungsian.

Dari 139 jiwa yang mengungsi itu terdiri dari 20 orang anak-anak, 19 orang lansia dan 100 orang dewasa.

Sejumlah kebutuhan pokok seperti makanan, biscuit bayi dan selimut sudah terpenuhi. Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan saat ini adalah pakaian.

“Kita sekarang ini sedang open donasi untuk memenuhi kebutuhan pakaian para pengungsi ini,“ pungkas Supriyadi.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita