Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Eksbis

Iman Suryo Wibowo, Pengusaha Muda yang Membangun Modern Bakery Kelas Dunia dari Kota Bima

Iman memilih bahan baku yang sama dan mengolahnya dengan ketepatan dan ketelitian yang sama pula. Selain itu, menikmati kuliner di ILLO CAKE juga akan menghadirkan prestise, hal yang tentu tak akan mudah didapat di gerai-gerai kuliner lain.

Produk-produk ILLO CAKE juga menerapkan strategi display. Produk juga dikemas dengan packaging terbaik dan selalu fresh. Menghadirkan pula pelayanan dari staf-staf dengan kualifikasi tinggi untuk kenyamanan customer.

Dengan cita rasa dan standar brand-brand ternama di dunia, banyak juga yang menduga, kalau ILLO CAKE adalah bisnis franchise. Padahal, kata Iman, nama ILLO CAKE terinspirasi dari nama putra pertamanya Ilham Aprilio. Dari nama itulah lahir kata ILLO. Kebetulan juga, kata ILLO ada dalam bahasa Bima. Artinya lampu penerang.

“Kami memang menghajatkan unit bisnis ini bisa menjadi penerang di tengah kegelapan untuk semua,” ucap Iman.

ILLO CAKE juga menunjukkan bagaimana totalitas Iman dalam mengelola dan mengembangkan lini bisnisnya. Untuk ILLO CAKE, Iman secara khusus meng-hire manajer kelas wahid. Iman “membajaknya” dari Hotel Royal Ambarukmo, sebuah hotel bintang lima ternama di Jogjakarta. Hotel ini, belum lama menjadi tempat akad nikah putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Sudah barang tentu, butuh investasi besar untuk menjadikan ILLO CAKE seperti sekarang. Namun, hasil yang didapat kata Iman, sebanding dengan apa yang telah diinvestasikan.

“Alhamdulillah, pencapaiannya selalu melampaui target yang telah ditetapkan,” kata ayah tiga anak ini seraya menolak secara halus untuk menyebut omzetnya secara mendetail.

Enterpreneur yang terlahir dari keluarga tukang tambal ban ini mengemukakan, pencapaian ILLO CAKE ini menunjukkan bahwa daya beli warga Kota Bima tak kalah dengan warga di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Sejak semula, dirinya menargetkan ILLO CAKE membidik kelas menangah ke atas. Seiring membaiknya perekonomian, jumlah kelas menengah memang akan terus tumbuh. Iman memberi contoh, bagaimana terlihat di bandara, warga Bima yang baru kembali dari kunjungan ke berbagai kota, rata-rata menenteng oleh-oleh makanan dengan brand-brand ternama.

Itulah pula yang turut melecut dirinya. Iman ingin, mereka yang berkunjung ke Kota Bima, sekembalinya ke kampung halamannya, akan memiliki kebanggaan yang sama, dengan menenteng oleh-oleh makanan dengan brand lokal dari Kota Bima tapi memiliki kualitas yang sama baiknya dengan brand-brand ternama di dunia.

Karena itu, di Bandara Sultan Salahuddin Bima, ILLO CAKE kini juga memiliki gerai yang telah menjelma menjadi primadona bagi para penumpang pesawat untuk membeli buah tangan saat mereka terbang pulang. Sekali lagi, pelan namun pasti, ILLO CAKE pun menjadi salah satu penopang sektor pariwisata di Kota Bima di bidang kuliner.

Secara keseluruhan, dari lini bisnis ILLO CAKE saja, Iman kini memiliki 50 orang karyawan. Sebanyak 40 orang merupakan anak-anak muda dari Kota Bima. Mereka membangun karir profesional mereka di ILLO CAKE.

Atas seluruh pencapaian tersebut, apresiasi untuk Iman pun berdatangan. Tak tanggung-tanggung, Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi dan Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri memberikan apresiasi tersebut secara langsung.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita