Berikutnya PR yang ketiga adalah masalah penurunan angka pernikahan usia dini. Terkait hal ini, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini memesankan tentang pentingnya pembentukan perspektif keluarga yang tangguh. Menurutnya pembentukan kualitas hidup dan ketangguhan keluarga menjadi hal penting untuk disiapkan antara lain melalui pernikahan yang cukup usia.
“Keluarga tangguh itu penting. Insyaallah kalo keluarga tangguh, anak kita akan dijauhkan dari hal hal negatif. Ketangguhan keluarga ini nantinya juga akan berpengaruh pada penekanan angka pernikahan usia dini,” tegasnya.
Dikatakan Khofifah PKK adalah sebuah social capital yang luar biasa. Bahkan ia menyebut, bahwa PKK adalah shadow government. Karena PKK punya banyak pekerjaan yang beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan seluruh energi yang diabdikan bisa menjadi amal jariyah bagi panjenengan semua. Selamat juga untuk yang mendapatkan penghargaan. Tapi pada dasarnya semuanya luar biasa. Karena PKK ini luar biasa sekaligus biasa di luar karena memang sangat aktif melayani masyarakat,” katanya
Diakhir, menutup sambutannya ia memberikan ucapan selamat Hari Kesatuan Gerak PKK Jawa Timur Ke-51 dan sekaligus membuka acara Jambore Kader PKK Provinsi Jawa Timur Tahun 2023.
“Selamat memperingati HKG PKK Ke-51 dan bersama-sama kita Buka Jambore ini dengan ucapan Basmalah. Bismillahirrohmanirrohim. Mudah-mudahan menghasilkan kesuksesan, kemanfaatan dan keberkahan. Juga selamat menyambut datangnya Ramadhan 1444 Hijriyah,” pungkasnya
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menyatakan bahwa dirinya bahagia mengetahui bahwa kini Jatim berada di bawah presentase Stunting yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) yaitu 20%. Di mana, Jatim kini berada di angka 19,2%.
Terkait hal itu, istri Wagub Jatim itu optimis bahwa angka ini dapat menurun hingga mencapai 14% di tahun 2024 melalui bantuan pemerintah, stakeholder, serta semua lapisan masyarakat. Utamanya, apabila semangat untuk mengupayakan penurunan ini dimulai dari dalam keluarga sendiri.
“Memang di satu sisi kita bahagia karena sudah ada di bawah angka yang ditetapkan WHO tapi tetap kita masih mengingat masih ada PR hingga 14% di tahun 2024 kurang dari satu tahun ini,” katanya.
“Harapan kami TP PKK dibantu stakeholder, salah satunya pemerintah, di semua lapisan masyarakat utamanya keluarga yang tangguh bisa bersama mencapai angka ini,” tegasnya.
Juga turut diberikan Hadiah Lomba Penyusunan Laporan Tahunan Terbaik TP. PKK Tahun 2022 Oleh Gubernur Jawa Timur didampingi Ketua TP PKK Prov Jatim, kepada Tim Penggerak PKK Kota Madiun, Tim Penggerak PKK Kota Pasuruan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Magetan. Masing-masing penerima mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp. 5.000.000. (ari)
