Ia juga meminta agar anak-anak muda tidak menjadi _silent majority._ Yaitu mengeluhkan situasi yang ada, mendukung langkah pemerintah tetapi tidak turut membantu untuk mensukseskan program-program pemerintah yang dijalankan untuk kemanfaatan masyarakat luas. Dan pada akhirnya yang lebih didengar adalah yang vokal yang nyaring tapi sebenarnya tidak merepresentasikan.
“Kadang-kadang kita mengeluh banjir tapi pas mau normalisasi kita nggak mau ikut dukung pemerintah saat ada yang ini nggak mau direlokasi,” tuturnya.
Di akhir Emil Dardak kembali menekankan agar anak-anak muda menggali lebih dalam sosok atau figur yang akan mereka pilih saat pemilihan umum kelak. Ia menegaskan agar tidak menilai seseorang hanya berdasarkan video-video pendek yang beredar di media sosial semata.
“Jadi menurut saya hari ini, maksudnya gini kalau udah seneng sama orangnya gali lebih dalam dong, jangan konten yang serunya aja yang dilihat,” pungkasnya. (ari)
