Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Opini

Membangun dan Memajukan Indonesia Raya dari Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema adalah seorang Perwira Tinggi TNI AD berpangkat jenderal bintang dua lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1990. Mayjen TNI Gabriel Lema pernah menjadi Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama (Provinsi Kepulauan Riau) berpangkat Jenderal Bintang Satu (Brigjen), menjadi Kepala Staf (Kasdam) XVI/Pattimura, menjadi Inspektorat Kodiklat TNI AD berpangkat Jenderal Bintang Dua (Mayjen), dan kini menjadi Pangdam XVIII/Kasuari.

Mayjen TNI Gabriel Lema seangkatan dengan Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga yang merupakan seorang Perwira Tinggi Polri berpangkat Jenderal bintang dua lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990. Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga pernah menjadi Kepala Biro Binopsnal Bareskrim Polri berpangkat Jenderal Bintang Satu (Brigjen), menjadi Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri berpangkat Jenderal Bintang Dua (Irjen), dan kini menjadi Kapolda Papua Barat.

Ada juga agenda pertemuan, dialog, dan diskusi bersama dengan Danrem 181/PVT Brigjen TNI Juniras Lumbantoruan, pada hari Jumat, tanggal 17 Maret 2023, di ruang kerja Danrem, markas Korem, di Sorong, Papua Barat Daya. Brigjen TNI Juniras Lumbantoruan adalah Perwira Tinggi TNI AD berpangkat Jenderal Bintang Satu lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992. Pertemuan dialog dan diskusi dihadiri juga oleh Kasi Intelijen Korem 181/PVT Kolonel Poltak Albert. Wilayah teritorial Korem 181/PVT termasuk dalam Kodam XVIII/Kasuari. Dan wilayah teritorial Korem 181/PVT membawahi Provinsi Papua Barat Daya.

Hakekat pertemuan, dialog, dan diskusi bersama dengan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema, dan juga bersama dengan Danrem 181/PVT Brigjen TNI Juniras Lumbantorua, berintikan pada perihal strategis geopolitik berbasis Sistem Pertahanan Negara. Khususnya bertalian dengan Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Kedaulatan bangsa dan negara (NKRI). Peran, tugas, dan tanggungjawab Pertahanan Negara memiliki relasi dengan penciptaan dan perawatan stabilitas kawasan yang demokratis, dinamis, kondusif, dan positif.

Tentu juga harus dalam kerangka untuk semakin menciptakan, mengkondisikan, menumbuhkan kualitas hubungan dan dukungan positif dan efektif terhadap pemanusiaan dan peradaban. Pembangunan dan pemajuan kebudayaan, kemanusiaan, kerakyatan, dan keadaban. Juga mesti dalam kerangka menambah kualitas semangat, situasi, kondisi, dan suasana keadilan, keamanan, kedamaian, keekonomian, kesejahteraan, kemakmuran, dan kemajuan Papua Barat dan Papua Barat Daya dalam wadah integrasi nasional NKRI. Tentu dengan etos dan semangat kearifan lokal – regional dan kemajumukan kebhinnekaan nasional.

Beberapa hari sebelumnya ketika di Kota Sorong, Papua Barat Daya, sudah berlangsung komunikasi antara Penulis bersama dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat Juniman Hutagaol. Komunikasi berlangsung pada hari Jumat, tanggal 17 Maret 2023. Kemudian dilanjutkan pertemuan, dialog, dan diskusi antara Penulis bersama dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sorong : Rizal, di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Wilayah pengabdian Kejaksaan Tinggi Papua Barat membawahi dua daerah otonom tingkat provinsi, yaitu Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita