Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Karangtaruna Memegang Tongkat Estafet untuk Membangun Sidoarjo yang Lebih Baik

Oleh karena itu, lanjut Gus Muhdlor, sudah saatnya menunjukkan peran pemuda dalam mengabdi pada negara. Pengabdian kepada desa dan daerah harus dilakukan. Komitmen ini tidak harus menunggu sampai usia yang cukup matang. Peran pemuda di tengah kemajuan digital sangat ditunggu di era digitalisasi saat ini, perannya sangat strategis dibandingkan dengan yang lain.

“Di tengah kemajuan digital saat ini, peran anak muda lebih strategis dari yang lain, jadi jangan pernah berpikir bahwa segala sesuatu membutuhkan pengalaman, pengalaman ini harus dialami sendiri,” ujarnya.

Gus Muhdlor menambahkan, untuk menjadi ketua yang baik tidak perlu pernah mengabdi di organisasi manapun. Namun, Anda bisa membangun relasi atau membaginya dengan orang-orang yang sudah sukses. Dengan begitu, dia yakin roda organisasi bisa berjalan sukses. Ia juga berharap dapat menciptakan sinergi dengan semua pihak. Kesinambungan pembangunan harus selalu dijaga.

“Untuk menjadi pemimpin yang sukses mintalah nasehat kepada sesepuh agar roda organisasi dalam bentuk Karang Taruna di kecamatan ini optimal jika penilaiannya termasuk revitalisasi desa di kecamatan tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan politik partisipatif juga merupakan kunci pembangunan. Itu harus dibangun oleh Karang Taruna. Lalu bagaimana menyatukan semua elemen untuk tujuan yang sama, yaitu untuk kesuksesan negara.

“Kalau semua organisasi Karang Taruna yang ada di desa ini hidup, bukan hanya kalian yang berhasil, tapi semua orang akan merasakan dampaknya, selain itu Karang Taruna juga harus bisa memberikan dampak yang baik, jangan sampai para pemuda melakukan hal-hal yang negatif. hal,” katanya. (Irwan_kanalindonesia.com)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita