“Meskipun orang sudah tahu akan potensi wisata yang luar biasa di berbagai daerah tersebut, tetaplah promosikan wisata yang luar biasa yang ada di daerah asal panjenengan semua. Wisata alam Jember, Lumajang, Situbondo, Bondowoso dan banyak daerah lainnya di Jatim ini luar biasa. Promosikan juga yang ada di Mataraman dan Madura begitu juga yang ada di Pantura,” tandasny.
“Semua punya potensi wisata yang luar biasa sehingga untuk bisa mengurai wisatawan itu juga akan terpandu oleh informasi dari masing-masing daerah. Informasi tersebut bisa diunggah di media sosial kita masing-masing. Ada banyak sekali destinasi wisata yang luar biasa,” tuturnya.
Untuk itu, Khofifah meminta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jatim untuk memastikan seluruh wahana wisata baik wisata permainan maupun wisata alam seperti pantai untuk dilakukan assesment dan pengecekan. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat berwisata dengan aman dan nyaman.
“Keamanan kenyamanan ini supaya masyarakat bahagia, mudiknya bahagia balik juga bahagia. Kalau orang sudah bahagia macet-macet dikit ya tetap bahagia karena saling memaklumi saat mudik wisata liburan. Menikmati silaturahmi, tentu pemerintah terus maksimalkan manajemen lalu lintas agar lancar, aman dan selamat. Apa yang menjadikan sesuatu itu menjadi sumber kebahagiaan bagi kita semua warga Jawa Timur dan jangan lupa berdoa,” tandasnya.
Termasuk bagi OPD yang tetap bertugas saat mudik lebaran dan cuti bersama untuk tetap bekerja keras dan memaksimalkan layanan bagi masyarakat agar proses mudik berjalan aman, nyaman, selamat dan lancar.
“Seperti Dinas Kesehatan dan RSUD, tetap memberi layanan maksimal pada masyarakat. Kemudian Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo juga harus membangun koneksitas terutama dengan command center yang ada di Polda Jawa Timur, command center Pertamina, PLN dan seluruh instansi vertikal lain yang memberikan layanan masyatakat,” lugasnya.
“Karena prediksi yang semula 18,1 juta pemudik ke Jawa Timur kira-kira seminggu yang lalu prediksi itu bertambah menjadi 21,2 juta artinya ada tambahan 3,1 juta,” sambung mantan Mensos RI ini.
Tidak hanya itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri. Khofifah juga meminta ASN Pemprov Jatim untuk tidak lupa menunaikan zakatnya dan juga menyalurkan sedekah. Ia menganjurkan agar zakat maupun sedekah dibayarkan melalui Baznas Jawa Timur.
“Berikutnya tentu adalah zakat fitrah kita dan keluarga kita. Saya minta tolong Kepala Dinas Sosial mengecek seluruh Office Boy (OB) yang ada di OPD-OPD, tolong diupayakan mereka turut mendapatkan distribusi dari zakat atau sedekah kita. Termasuk kepada mereka yang terkait dalam tugas-tugas keseharian kita, jika ada diantara mereka yang memang harus kita bantu maka kita bantu,” paparnya.
Di akhir, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa, akan ada open house bersama Forkopimda Jatim di tanggal 1 Syawal 1444 H di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Pada 1 Syawal tersebut ia mengajak ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang berkenan open house dapat datang ke Gedung Negara Grahadi Surabaya.
“Yang rumahnya dekat Surabaya boleh ajak anak, keluarga bahkan cucunya ke Grahadi pada 1 Syawal 1444 H besok pukul 13.00 WIB.l bagi masyarakat umum. Monggo mungkin diantara bapak ibu ada yang saudaranya ingin ke Grahadi atau bahkan suami atau istrinya mari kita bersilaturahim untuk bersama merayakan Idul Fitri hari kemenangan satu Syawal 1444 H,” sambungnya.
