MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Video petugas pemadam kebakaran( Damkar) Kabupaten Madiun menyelamatkan seorang anak yang kepalanya terjepit pilar tembok viral di jejaring media sosial.
Petugas Damkar Satpol Kabupaten Madiun, Jainal Komarudin membenarkan video berdurasi 18 detik tersebut berisi upaya petugas menyelamatkan seorang anak yang kepalanya terjepit pilar di teras depan rumahnya di Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
“Sebelumnya kami mendapatkan laporan dari kades sekitar pukul 08.45 WIB. Setelah tiba di lokasi sekitar pukul 08.50 WIB, petugas menggunakan alat betel dan palu untuk memecah tembok agar kepala anak itu dapat dikeluarkan,” kata Jainal.
Dikatakan Jainal, petugas membutuhkan waktu sekitar 25 menit untuk bisa mengeluarkan kepala anak dari jepitan pilar sekitar pukul 09.15 WIB.
“Tadi anaknya menangis terus. Jadi kami gunakan alat untuk memecah tembok pilar agar kepala anak bisa dikeluarkan,” tutur Jainal.
Kejadian terjepitnya kepala anak yang diketahui bernama Azka, siswa kelas empat SD tersebut berawal saat yang bersangkutan bermain pesawat mainan dengan tiga temannya. Beberapa saat kemudian, pesawat mainan milik Azka masuk ke sebuah celah pilar tembok. Mengetahui pesawat mainanya masuk ke celah tembok, Azkapun berusaha hendak mengambilnya. Namun saat hendak keluar, kepala Azka malah terjepit diantara dua pilar dan tidak bisa dilepaskan.
Panik kepalanya terjepit, Azka menangis dan berteriak meminta pertolongan. Ibundanya Azka, Riya Purwanti yang mendengar teriakan Azka langsung menghampiri anaknya.
Purwanti mengatakan, dirinya langsung menghubungi kepala desa setempat setelah mengetahui kepala anaknya terjepit diantara dua pilar teras depan rumahnya. Tak berapa lama kemudian tim Damkar Pemkab Madiun datang ke lokasi dengan sigap berhasil menolong Azka.
“Penanganannya tadi cepat. Petugas menggunakan palu dan pahat untuk memecah tembok pilar yang menjepit kepala anak saya,” kata Purwanti.
Menurut Purwanti, sebenarnya Azka sudah berusaha melepaskan kepalanya dari jepitan dua pilar tembok itu. Hanya saja pilar tembok yang terbuat dari beton itu menjadikan kepala anaknya susah lepas dari jepitan.
“Anak saya sebenarnya sudah berusaha keluar (lepas) tapi tidak bisa karena material pilarnya dari beton,” ungkap Purwanti.
Beruntung tim Damkar Pemkab Madiun dengan sigap berhasil mengeluarkan kepala Azka dari jepitan tembok.
Ia bersyukur kepala anaknya dalam kondisi baik setelah berhasil dikeluarkan dari jepitan pilar tembok. Tidak ada luka-luka pada kepala Azka. Purwanti hanya menemukan memar pada kepala Azka setelah terjepit pilar.
