Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BIROKRASI

Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim di Lampung, Gubernur Khofifah Harapkan Peningkatan Kerjasama Perdagangan dan Pariwisata

Pada Triwulan IV 2022, ketika net ekspor perdagangan luar negeri defisit Rp 133,3 triliun, justru net ekspor perdagangan antar daerah menunjukkan surplus Rp 323,47 triliun, sehingga secara total neraca perdagangan barang dan jasa Jawa Timur mengalami surplus Rp 190,17 triliun.

“Hal ini tidak terlepas dari peran serta dan kerjasama yang baik dari provinsi-provinsi mitra, dalam mendukung perdagangan antar wilayah dengan Jawa Timur,” sebutnya.

Selama ini, terang Khofifah, Lampung menyuplai beberapa komoditas utama antara lain tepung tapioca, ikan hidup, padi, kantong dan karung dari plastik, minyak bahan bakar, truk pengangkut barang dan kain tenun dari sutera ke Jawa Timur.

Sebaliknya Jawa Timur banyak menyuplai komoditas cerutu dan sigaret dari tembakau atau pengganti tembakau, struktur dari besi, baja dan alumunium, barang logam, barang dari semen asves, cabe dan paprika, pupuk, bahan kimia, aneka teh, monitor dan proyektor, mobil dan kendaraan bermotor ke Lampung.

Ke depan, Gubernur Khofifah pun mencoba membangun lebih luas kerjasama dengan Lampung, yakni komoditas kopi dengan sasaran pasar luar negeri. Dicontohkan, seperti Mesir tidak memiliki tanaman kopi, tetapi Mesir eksportir kopi rempah tidak hanya untuk timur tengah tapi Eropa dan Amerika. Uniknya, 70% kopi yang masuk ke Mesir adalah dari Indonesia dan sebagian besar memang dari Jawa Timur.

“Saya rasa sangat mungkin kopi lampung kemudian berangkatnya ke Mesir melalui Jawa Timur. Pada posisi seperti inilah kembali betapa sinergi dan kolaborasi adalah bagian yang sangat penting bagi suksesnya perdagangan diantara kedua provinsi ini,” tukasnya.

Oleh karena itu, Gubernur Khofifah meminta kepada seluruh pelaku dunia usaha yang hadir baik dari Jawa Timur maupun Provinsi Lampung, agar meningkatkan sinergitas dan kolaborasi tidak hanya dari sisi volume tetapi juga hilirisasi. “Seperti yang tadi disampaikan Pak gubernur Lampung di hilirisasi menjadi bagian sangat penting,” ungkapnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah berharap, pelaksanaan kegiatan Misi Dagang dan investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Lampung Tahun 2023 dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga dapat menciptakan sinergitas khususnya dalam hubungan kerjasama di sektor industri dan perdagangan.

“Selain itu, mewujudkan kedaulatan pasar dalam negeri dengan melestarikan, mencintai, bangga dan mau membeli serta memakai produk buatan negeri sendiri sehingga dapat memicu peningkatan transaksi perdagangan dalam negeri,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaedi menambahkan, kerjasama antara Provinsi Jawa Timur dengan provinsi Lampung tidak hanya bersifat seremonial. Akan tetapi sudah terlihat bahwa keduanya saling membutuhkan dan melengkapi. Dalam hal ini bisa terlihat bagaimana nilai jual perdagangan kedua provinsi cukup menggembirakan.

“Atas nama pemerintah provinsi Lampung saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur dan jajaran atas pelaksanaan misi dagang ini. Saya harapkan pada masa yang akan datang, terus meningkatkan kualitas produk-produk dalam negeri,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama (PKS) antara Ka. OPD Prov. Jatim dengan Ka. OPD Prov. Lampung yang disaksikan oleh Gubernur Khofifah dan Gubernur Lampung Arinal Djunaedi.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita