Sidang Kasus Penganiayaan Mahasiswa Poltekpel Berlanjut, Pengacara Terdakwa Akui Kecewa

- Editor

Kamis, 25 Mei 2023 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Rio Dedy Heryawan, selaku kuasa hukum dari terdakwa Daffa Adiwidya Ariska bin Ahmad Farikh merasa dirugikan lantaran kliennya tidak segera dibebaskan dari tahanan. Padahal dalam putusan praperadilan, mahasiswa Poltekpel Surabaya ini sudah dibebaskan status tersangkanya.

“Sebetulnya kalau dilihat dari sisi penahanan terhadap Daffa berdasarkan putusan pra peradilan pada 15 Mei 2023 harusnya kan sudah dikeluarkan. Tapi kalau tetap dilanjutkan (dakwaan) ya kita hormati saja. Pada prinsipnya ya sangat merugikan. Karena Daffa masih berada dalam tahanan,” kata Rio kepada awak media usai mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (25/5/2023).

Dalam sidang pembacaan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Herlambang Adhi Nugroho dari Kejari Tanjung Perak Surabaya sebelumnya, Daffa didakwa melakukan penganiayaan terhadap korban RFA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terdakwa Daffa Adiwidya Ariska didakwa melanggar pasal 353 ayat 3 KUHP dan atau 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat yang menyebabkan orang meninggal dunia,” ujar JPU Herlambang.

Terhadap dakwaan tersebut, Majelis Hakim yang diketuai I Ketut Kimiarsa memberikan kesempatan kepada pengacara Daffa untuk menanggapi. “Silahkan penasihat hukum apa tanggapannya,” ucap Hakim Kimiarsa.

Baca Juga :  Terus Diakui Kinerjanya Bank Jatim Dinobatkan Sebagai BUMD yang Inovatif dan Ekspansif

Secara spontan, dengan tegas Rio, ketua tim penasihat hukum Daffa langsung menanggapi akan mengajukan keberatan (eksepsi).

“Kami akan mengajukan keberatan yang mulia. Sebab ada putusan pra peradilan yang menyatakan..,” kata Rio yang langsung dipotong oleh hakim anggota Erintuah Damanik.

“Sudah, sudah tidak usah dibacakan. Bawa sini putusannnya (pra peradilan),” sergah Damanik.

Kemudian, Rio langsung menyodorkan hasil putusan pra peradilan dengan nomer perkara 10/Pid.Pra/2023/PN Surabaya ke meja majelis hakim.

“Kami memohon kepada Majelis Hakim untuk menerima eksepsi dari penasihat hukum, menyatakan dakwaan penuntut umum batal demi hukum, membebaskan terdakwa Daffa Adiwidya Ariska dari tahanan seketika putusan dibacakan serta memulihkan nama baik, harkat dan martabat terdakwa,” kata Rio saat membacakan isi eksepsinya.

Atas eksepsi tersebut, JPU Herlambang ketika diminta tanggapannya memohon waktu kepada majelis hakim waktu satu Minggu untuk menanggapinya. “Mohon waktu satu Minggu majelis,” ujar Herlambang.

Untuk diketahui, dalam putusan Praperadilan itu, Khadwanto, Hakim yang menyidangkan pra peradilan sah dan tidaknya penetapan tersangka, meminta agar Daffa segera dikeluarkan dari Rutan Polrestabes Surabaya. Namun, hingga kini pemuda 19 tahun itu masih mendekam di penjara.

Parahnya lagi, kasus ini berlanjut disidangkan. Padahal sudah jelas bahwa putusan hakim pra peradilan secara tegas memerintahkan agar Daffa dikeluarkan.

Baca Juga :  Pilbup Jember PPP Pilih Beri Rekom Gus Fawait

Menurut Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak Jemmy, jaksa penuntut umum telah melimpahkan tersangka Daffa beserta berkas perkaranya kepada PN Surabaya sebelum putusan praperadilan.

Pihak PN Surabaya juga sudah menetapkan Daffa akan disidangkan pada Kamis (25/5/2023) dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Menurut dia, kini ada dua penetapan pengadilan yang berbeda. Yakni, penetapan jadwal sidang pertama Daffa dan penetapan untuk segera membebaskan mantan tersangka tersebut.

Kini pihaknya masih menunggu penetapan hakim dalam sidang pertama nanti, apakah perkara akan dilanjutkan atau Daffa dibebaskan.

“Kenapa sampai sekarang tahanan (Daffa) belum dikeluarkan karena dalam putusan praperadilan kami tidak diperintahkan. Kejaksaan tidak diikutkan sebagai pihak. Kami tidak punya kewenangan untuk melaksanakan putusan praperadilan. Kewenangan ada di hakim,” ujar Jemmy, Senin (22/5/2023).

Pengacara Daffa, Rio Dedy Heryawan kepada wartawan mengatakan, kliennya merasa dirugikan karena tidak segera dibebaskan. Semestinya penetapan hakim harus segera dilaksanakan. Rio yang berempati terhadap keluarga korban menyatakan bahwa berdasarkan fakta hukum kliennya tidak bersalah.

“Daffa justru sempat melerai, menolong korban dan mengambilkan air minum,” kata Rio. (Ady_kanalindonesia.com)

Berita Terkait

Meski Cuaca Dingin, Ribuan Penonton Tetap Bertahan Saksikan Event Festival Ronthek Pacitan
Brand Momosays Luncurkan Tiket Superfans Laga Kandang Unggul FC Malang
Masuki Tahun Ajaran Baru, Pj Wali Kota Malang Serahkan Bantuan Seragam Sekolah Gratis
Soal Dugaan Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, MAKI Jatim  : Gus Fawait Harus Mundur dari Bacabup Jember
KPU Ponorogo Segera Launching Pilkada 2024, Bakal Hadirkan Guyon Waton
Operasi Patuh Semeru Dimulai 15 hingga 28 Juli 2024, Ini Targetnya
Sepuluh Siswa Dari Jalur Afirmasi Terima Bantuan Seragam Dari Kepala Sekolah Smanew Gresik
Danpom Koopsud I Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2024

Berita Terkait

Selasa, 16 Juli 2024 - 18:07 WIB

Meski Cuaca Dingin, Ribuan Penonton Tetap Bertahan Saksikan Event Festival Ronthek Pacitan

Selasa, 16 Juli 2024 - 16:22 WIB

Brand Momosays Luncurkan Tiket Superfans Laga Kandang Unggul FC Malang

Senin, 15 Juli 2024 - 21:46 WIB

Masuki Tahun Ajaran Baru, Pj Wali Kota Malang Serahkan Bantuan Seragam Sekolah Gratis

Senin, 15 Juli 2024 - 17:48 WIB

Soal Dugaan Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim, MAKI Jatim  : Gus Fawait Harus Mundur dari Bacabup Jember

Senin, 15 Juli 2024 - 16:45 WIB

Operasi Patuh Semeru Dimulai 15 hingga 28 Juli 2024, Ini Targetnya

Senin, 15 Juli 2024 - 16:24 WIB

Sepuluh Siswa Dari Jalur Afirmasi Terima Bantuan Seragam Dari Kepala Sekolah Smanew Gresik

Senin, 15 Juli 2024 - 16:21 WIB

Danpom Koopsud I Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 16:12 WIB

Hari Pertama Masuk Sekolah, Ratusan Siswa SDN Tamberuh Belajar Di Gerasi Rumah Warga

KANAL TERKINI