Sebagai informasi, sejak tahun 2020-2022 tercatat telah dilaksanakan penanaman mangrove di pesisir Jawa Timur oleh para pihak seluas 1.820,83 Ha atau sejumlah 6.133.384 batang bibit mangrove. Untuk di tahun 2023, sampai dengan saat ini telah dilakukan penanaman mangrove di Jawa Timur oleh para pihak seluas 48,55 Ha atau sejumlah 217.460 batang bibit mangrove.
Provinsi Jawa Timur juga memiliki kawasan mangrove eksisting seluas 27.221 Ha, dan merupakan terluas di antara Provinsi lainnya di Pulau Jawa dan Bali, dengan kondisi kerapatan mangrove lebat 47, 26% mangrove sedang 46, 07% dan mangrove jarang 6,66%, sementara potensi mangrove Jawa Timur seluas 51.557 Ha.
Sementara itu, Bupati Trenggalek, Muhamad Nur Arfifin menyampaikan bahwa, dalam setiap kunjungan Ibu Gubernur disini, beliau selalu concern pada lingkungan hidup tetapi tidak hanya lingkungan hidup tapi juga pada fungsi ekonominya.
“Di sini didisplay beberapa produk hilirisasi termasuk potensi blue economy yang tanpa harus mengekstrasi apapun, yakni hanya melalui potensi wisata,” ungkapnya.
Hadir dalam kesempatan ini, Anggota Dewan Energi Nasional RI, Satya Widya Yudha, Ketua Komisi B DPRD Prov Jatim, Alyadi Mustofa, Wakil Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, Danlanal Malang, Forkopimda Trenggalek, jajaran Kepala OPD Pemprov Jatim, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jabanusa, Nurwahidi, Kepala Biro Umum Setjen DEN RI, Totoh Abdul Fatah, Ka. Divre Perhutani Jawa Timur, Amas Wijaya, Pakar Kebijakan Sosial dan Politik, Suko Widodo, Wakil Sekjen IKA Unair, Direktur Lembaga Pendidikan dan Sertifikasi Profesi UNESA, Direktur Yayasan Gajah Sumatera, dan para pengurus Ekowisata Mangrove Cengkrong. (ari)
