“Rumah klinik center pengobatan gratis ini adalah berkat atas perhatian besar, serta pemberian dan bantuan hibah, dengan perantara Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, pada akhir bulan maret yang lalu selesai menyewa ruko di Jl. Seksama Ujung No. 86 Kel. Medan Tenggara, Kota Medan melayani pasien se-dunia secara cuma-cuma alias gratis, dan untuk surat-surat kepemilikannya pun, sudah sedang proses balik nama, dan saya sangat bersyukur dan tak henti-hentinya ucapkan puji syukur alhamdulilah,” tambahnya.
Muhammad Ja’far Hasibuan (29 tahun) juga menyampaikan kepada awak media, berterimakasih kepada jajaran Mabes Polri, khususnya Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo yang tak dapat ia lupakan selamanya, dikenang seumur hidup dan telah mensupport dan memberikan bantuan serta perhatian besar kepadanya.
Seorang Muhammad Ja’far Hasibuan, yang pernah mengalami musibah kemalingan alat-alat penelitian ratusan juta, di tempat praktek pengobatan sebelumnya yang beralamat di Jl. Busataman Tembung Pasar 10 Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang beberapa waktu lalu, sebelum pindah ke Jl. Seksama Ujung Kec. Medan Denai, Kota Medan, dan saat ini sudah berada sekarang di Simpang 4 Jl. Sari / Jl. Kebun Kopi, depan pajak bengkok.
“Saya ucapkan banyak terimakasih, khususnya kepada Bapak Kapolri atas bantuan berharga, dari yang saya sebut dengan panggilan ayah Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang mana saya rasakan sangat luar biasa bermanfaat dan sangat berguna, sampai hingga detik ini dan kapan pun, saya beserta keluarga, tidak akan lupakan atas segala perhatian dan kebaikannya kepada saya,” ungkapnya.
“Atas bantuan rumah tinggal yang diberikan ini, sangat luar biasa, dan saya tidak menyangka kebaikan Ayah Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang mau perhatian dan membantu saya beserta keluarga. Semoga segala amal kebaikannya, diberikan pahala kebaikan, serta kelancaran rezeki yang selalu mengalir,” harapnya Ja’far terharu.
Ilmuwan tokoh dunia dan penemu biofar SS ini, yang juga pernah mengenyam hidup merantau jauh dari sanak family di tanah kelahirannya yaitu di Medan, yang mana dari sejak sekolah dasar (SD) hingga sampai ia duduk di bangku kuliah dan menamatkan kuliahnya yaitu diperoleh secara mandiri, dengan biaya dari hasil sendiri.
Muhammad Ja’far Hasibuan adalah ilmuwan disegani di belahan dunia, kelahiran Padang Lawas Utara (Paluta), ia anak kedua dari sepuluh bersaudara, yang mana selama hidup di perantauan. Dia banyak mengingat kisah pilu perjuangannya, saat tidak enak yang pernah dialaminya pada masa lalu itu.
Bahkan Ja’far juga pernah tinggal dan hidup dibawah kolong jembatan, dan tidur di emperan di sebuah pasar dengan hidup merantau jauh dari keluarga di kampung halamannya. Kisah dan kenangan itu dia tidak lupakan, namun tetap berusaha serta bertekad kuat, untuk tetap berusaha dan berjuang, serta terus bersaing, hingga bisa tampil di belahan dunia.
“Kini terbayarkan diberikan atas uluran tangan Ayah Kapolri ini, sangat berarti dan berharga, dan saya siap untuk melayani dengan ikhlas, pengobatan bagi masyarakat yang kurang mampu, dilayani secara gratis,” tandas pemuda sepuluh bersaudara ini.
Pada momen rencana kehadiran Presiden Jokowi beserta Kabinet Indonesia Maju di acaranya nanti, rasa syukur dan bangga tak lepas dari Ja’far, dimana anak Bangsa berprestasi dunia bisa berkontribusi besar pada dunia internasional dan dapat dirasakan manfaatnya.
