Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL NASIONAL

IIFEX 2023 Grand City Surabaya Berlangsung Hingga 18 Juni, Buka Peluang Kembangkan Industri Pangan dan UMKM Jatim Go Internasional

SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Masyarakat Surabaya 4 hari ini memiliki kesempatan untuk menyaksikan dan mengenal berbagai tehnologi makanan dan minuman mulai dari kemasan, mesin olah makanan, dan berbagai produk makanan bermerek dan berlensi dipamerkan di Indonesia International Food Exhibition (IIFEX) 2023.
Acara yang berlangsung di Grand City lantai 1-3 Surabaya ini dibuka secara resmi oleh Kapala Dinas Perdagangan Pempro Jatim Dr Iwan S Hut , MM di Ballroom Grand City Surabaya, Kamis (15/6/2023)

Agenda berkelas Internasional ini akan berlangsung dari sampai 18 Juni 2023. Tak tanggung-tanggung, dalam pameran juga menghadirkan 250 perusahaan industri serta memfasilitasi 30 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Daud D Salim CEO Krista Exebitions mengatakan bahwa banyak merek merek lokal yang akan mendunia dengan event internsional ini, karena ada banyak negara manca yang juga ikutan di pameran IIFEX 2023 ini, karena memang pameran ini diharapkan akan memberi ruang untuk merek merek lokal makin dikenal dunia.

“Merk-merk lokal kepada industri makanan minuman dan juga waralaba makanan dan minuman di Indonesia khususnya Jawa Timur akan ke internasional. Tahun ini juga diikuti oleh 7 negara peserta negara tetangga, Malaysia, Singapura juga dari Italia, termasuk juga Jepang dan Korea Selatan. Kita sebagai tuan rumah. Selain itu juga kali ini diikuti oleh 30 UMKM dari Jawa Timur dan wilayah Indonesia lainnya,” ungkap Daud disela sela acara pembukaan IIFEX di Grand City Surabaya.

Dalam pameran ini, menonjolkan tehknologi pangan terutama makanan dan minuman sebagai inovasi dalam bisnis kuliner. “Disini kita menekankan pada Inovasi terbaru yang sangat penting adalah teknologi pangan kemasan dimana memberikan daya tahan kepada produk makanan tersebut tanpa menggunakan bahan pengawet, yaitu namanya teknologi retort. yaitu menyiapkan satu produk yang siap saji maupun siap dimasak. Itu salah satu yang perlu untuk industri makanan minuman Indonesia,” jelasnya lagi.

Daud juga mengungkapkan dalam event ini banyak juga UMKM Jatim yang sudah mendapatkan pasar lokal maupun internasional. ‘Kita bisa lihat Juga ada produk seperti coklat juga rengginang yang sudah ekspor ke beberapa negara di Asean,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Dr Iwan mengapresiasi Pameran ini, sebab saat ini ekonomi Jatim lebih 30 % ditopang oleh industri pangan, “Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa timur, meng-apresiasi terkait dengan kegiatan pameran yang ke-13 kalinya in. Karena kami menyadari bahwa struktur PDRP kita juga ditopang oleh industri pengolahan 31%. Dari 31% itu 38,87 itu adalah makanan dan minuman, sehingga kami kira ketika ada kegiatan ini sangat membantu terkait dengan bagaimana kita itu bisa keluar produknya, dan tentunya kami juga standarisasi juga ada pihak kami. Yang kedua, tentunya kami juga terus membantu fasilitasi terkait dari mulai hulu misalkan pemilihan bahan baku, standarisasi dan disampaikan juga pemasaran,” kata Iwan.

Iwan juga menjelaskan berbagai upaya agar produk Jatim dikenal di luar Jatim dan Dunia dengan melakukan program Misi Dagang Pemprov Jatim.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita