“Polarisasi yang pernah terjadi di negeri ini harus menjadi pelajaran penting untuk kita semua untuk menjaga guyub rukun dalam bernegara dalam itikad bersama membangun bangsa. Dan tentu sebagai sarana integrasi bangsa, pemilu harus mampu, kembali menyatukan masyarakat dalam satu bingkai persatuan dan kesatuan demi kemajuan bangsa Indonesia,” tutup Arya.
Dalam akhir giat diskusi ini teman-teman BEM dan GMPK menyimpulkan satu gambaran besar tentang masa depan demokrasi di Indonesia untuk dapat disempurnakan oleh generasi muda pada saat ini. (tit/ari)
