“Dari implementasi karakter unggul yang kemudian nanti kita kerucutkan dalam pembentukan Satgas Anti Perundungan ini cepat kita cangkokkan, dapat kita sebarluaskan di seluruh fakultas yang ada di Universitas Islam Malang,” tutur Anwar.
Pada kesempatan itu, Anwar mengatakan bahwa, perundungan sering terjadi di lingkungan lembaga pendidikan. Tidak hanya di kampus ataupun sekolah, bahkan perundungan juga terjadi di lingkungan pesantren yang menjadi kawah candradimuka para santri.
“Terus terang, sedikit ataupun banyak kita menyaksikan, kita merasakan, bahwa perundungan-perundungan itu terjadi di mana-mana termasuk juga di lembaga pendidikan. Bahkan (perundungan) bukan hanya di kampus, bukan hanya di sekolah, tapi di Pesantren yang itu menjadi kawah candradimuka para santri, itu juga banyak terjadi perundungan-perundungan,” sambungnya.
“Maka, itu harus kita stop, harus kita hentikan karena kita ingin menjadi warga negara, warga bangsa yang bermartabat, yang ber-akhlakul karimah yang mengembangkan nilai-nilai Aswaja,” imbuh dia.
EPP and GEDSI Manager INOVASI, Philip Bebb yang hadir dalam acara itu mengatakan dampak besar yang ditimbulkan dari perundungan.
“Saya terkadang merasa bahwa, banyak dari kita tidak menyadari dampak besar yang dapat ditimbulkan dari perundungan atau bullying di kehidupan kita,” tukasnya.
Philip menceritakan teman perempuan di sekolahnya dulu menjadi korban perundungan hanya dikarenakan mengenakan pakaian yang tidak bersih, penampilan tidak menarik, dan menjadi target perundungan. Bahkan, kata Philip, dia juga menjadi salah satu pelaku perundungan itu.
“Saya menyadari bahwa, sejak itu hidup dari siswa perempuan tadi sangat menderita seumur hidupnya. Termasuk saya juga menjadi salah satu pelaku perundungan waktu itu. Kalau saya bisa memutar waktu, saya ingin memutar waktu dan saya ingin memohon maaf kepadanya,” sebut Philip.
Pada kesempatan itu, Philip mengingatkan perundungan memberikan dampak yang sangat buruk bagi seseorang. Oleh karena itu, anti perundungan harus terus digalakkan terutama di lingkungan pendididkan agar tidak ada lagi korban.
“Jadi tolong diingat bahwa, perundungan memberikan dampak yang sangat buruk kepada hidup seseorang dan oleh karena itu anti perundungan menjadi topik yang sangat penting. Khususnya dan launching anti perundungan ini adalah momen yang sangat penting tidak hanya untuk UNISMA tapi juga untuk seluruh ekosistem pendidikan di Indonesia. Selamat dan terima kasih pada setiap orang yang terlibat dalam kerja keras ini,” tutupnya. (ari)
