“Begitu luasnya wilayah Indonesia di satu titik karhutla di titik yang lain mengalami banjir bandang. Ini artinya kesiapsiagaan ini harus dilakukan secara serius. Koordinasi-koordinasi nya harus dilakukan secara kontinyu, dan bersama-sama kita melakukan langkah-langkah secara sistemik, programatik dan terukur,” bebernya.
Di akhir, kepada seluruh relawan, ia meminta menjaga kegotongroyongan, kekompakan, soliditas, dan terus meningkatkan koordinasi serta sinergitas dengan seluruh elemen. Baik dari jajaran Kementerian PUPR baik Perum Jasa Tirta I, BBWS Bengawan Solo, BBWS Brantas dan BBPJN.
“Selama ini kita sudah melakukan koordinasi dengan sangat harmonis, sangat sinergis dan sangat produktif. Maka semua harus kita jaga, kita tingkatkan mitigasi secara lebih detail supaya antisipasi-antisipasi yang bisa kita siapkan juga bisa kita lakukan secara lebih komprehensif lagi,” urainya.
Antisipasi Krisis Pangan
Selain melakukan upaya mitigasi dan respon cepat mengantisipasi dampak El Nino dan Banjir, dalam kesempatan ini Gubernur Khofifah juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi krisis pangan.
“Sejak akhir tahun 2022, sudah mulai menjadi mitigasi serius di dunia bahwa ada kekhawatiran terjadinya krisis pangan. Kekhawatiran itu muncul selain karena terjadinya perang Rusia-Ukraina juga karena mitigasi terhadap kemungkinan El Nino yang bisa berdampak pada produksi pangan di seluruh dunia,” sebutnya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh pihak untuk memaksimalkan seluruh proses untuk bisa memastikan bahwa produksi pangan Jatim tidak berkurang. Meskipun pada dasarnya year-on-year September 2022-September 2023 produksi padi di Jawa Timur surplus 9,23%.
“Meskipun hari ini kita mendapatkan informasi beberapa titik irigasi sudah tidak tersuplai air karena dampak El Nino. Maka dampak terhadap kemungkinan tumbuh kembang padi tidak bisa seproduktif seperti sebelumnya, saya mohon kerjasama kita semua para bupati Walikota cek di lapangan masing-masing,” jelasnya.
Lebih lanjut, pada dasarnya selain stok beras di Provinsi Jatim cukup, stok beras di kabupaten/kota di Jatim juga cukup sampai Idul Fitri Tahun depan. Namun beberapa waktu belakangan harga beras naik. Hal ini karena naiknya harga Gabah Kering Giling (GKG) dan Gabah Kering Panen (GKP) di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sejak masuk ke tempat penggilingan. Sehingga end product yakni beras di pasaran harganya mengalami kenaikan di atas HET.
“Ini sesuatu yang harus kita antisipasi bersama karena meskipun dalam keadaan surplus, ternyata harga beras sampai di pasar itu diatas HET. Maka Pemprov Jatim melakukan operasi pasar murah untuk bisa merespon keterjangkauan daya beli masyarakat,” tukasnya.
Usai apel, Gubernur Khofifah bersama Danrem 083/Baladhika Jaya, Pj. Walikota Batu, serta jajaran Forkopimda Malang Raya turut meninjau sarana dan prasarana serta alat yang digunakan untuk mengatasi banjir. Seperti Excavator, Long Hand Excavator, Dump truck, Mobile PUMP, Perahu Karet, Tenda Dapur Umum, Tenda Pengungsi, Loader dan Truck Rescue.
Dalam kesempatan ini Gubernur Khofifah turut menyerahkan Kunci Escavator, berbagai penghargaan, life jacket, dan Tali Asih. Penyerahan simbolis kunci escavator diserahkan kepada Kepala Dinas PU SDA Jatim.
Kemudian penyerahan penghargaan yakni Tim Siaga Banjir Terbaik yakni UPT PSDA WS Welang Pekalen, Pengelola Irigasi Terbaik yakni UPT PSDA WS Kepulauan Madura, Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Terbaik yakni UPT PSDA WS Bondoyudo Baru.
